Translate

Tampilkan postingan dengan label Tugu djogdja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugu djogdja. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Mei 2016

Ngejaman

ngejaman
Pergi mengunjungi Yogyakarta adalah hal yang sangat menyenangkan, banyak tempat bersejarah yang memiliki nilai penting di setiap sudut kotanya. Salah satu tempat yang sangat terkenal adalah Tugu Jogja, saya yakin bahwa setiap orang mengetahui tugu tersebut. Bagaimana dengan tugu-tugu lainya? Tahukah anda bahwa selain Tugu Jogja masih ada tugu lain di Yogyakarta yang sama-sama memiliki sejarah panjang sejak berdirinya?
 Ngejaman menjadi bagian dari bangunan tua bersejarah. Ia ikut menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Kota Yogyakarta dan termasuk juga sebagai sejarah penting Republik Indonesia. Tugu ini dibangun pada tahun 1916 sebagai persembahan masyarakat Belanda kepada pemerintahnya untuk memperingati satu abad kembalinya Pemerintahan Kolonial Belanda dari Pemerintahan Inggris yang sempat berkuasa di Jawa, pada awal abad 19 (sumber : gudeg.net). Area di seputar Ngejaman ini dahulu kala bernama Jalan Margomulyo, maka dari itu terdapat pula gereja tua yang memakai nama jalan tersebut. Fungsi Ngejaman Malioboro saat itu sebagai simbol petunjuk waktu dimana pada jaman dahulu kala jam atau arloji masih merupakan barang langka. Ketika itu memiliki jam arloji bukan semata-mata menjadi penunjuk waktu saja, tetapi juga sebagai simbol-simbol gengsi sosial. Artinya, orang yang memiliki benda-benda demikian akan merasa atau dianggap memiliki kedudukan atau gengsi sosial lebih dibandingkan dengan orang lain. Lebih-lebih jika jam yang dimilikinya memiliki merek tertentu, yang dianggap hebat pada zamannya.

https://eksotikjogja.wordpress.com/2015/06/12/ngejaman-saksi-waktu-yang-berlalu/

Minggu, 22 Mei 2016

Tugu Djogdja

Tugu Yogyakarta adalah sebuah tugu atau monumen yang sering dipakai sebagai simbol atau lambang dari kota Yogyakarta. Tugu ini dibangun oleh Hamengkubuwana I, pendiri kraton Yogyakarta. Tugu yang terletak di perempatan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Margo Utomo ini, mempunyai nilai simbolis dan merupakan garis yang bersifat magis menghubungkan laut selatan, kraton Jogja dan gunung Merapi. Pada saat melakukan meditasi, konon Sultan Yogyakarta pada waktu itu menggunakan tugu ini sebagai patokan arah menghadap puncak gunung Merapi.
Tugu ini sekarang merupakan salah satu objek pariwisata Yogya, dan sering dikenal dengan istilah “tugu pal putih” (pal juga berarti tugu), karena warna cat yang digunakan sejak dulu adalah warna putih. Tugu pal ini berbentuk bulat panjang dengan bola kecil dan ujung yang runcing di bagian atasnya. Dari kraton Yogyakarta kalau kita melihat ke arah utara, maka kita akan menemukan bahwa Jalan Malioboro, Jalan Margo Utomo, tugu ini, dan Jalan A.M. Sangadji akan membentuk satu garis lurus persis dengan arah ke puncak gunung Merapi.
sumber dari :