Translate

Tampilkan postingan dengan label museum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label museum. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Mei 2016

Museum Purbakala Taman Wisata Prambanan

Museum Purbakala Taman Wisata Prambanan
Alamat : Jl Raya Yogya – Solo Km 16, Prambanan, Sleman, Yogyakarta


Deskripsi :
Keberadaan Museum Purbakala Taman Wisata Prambanan ini tak lepas dengan Candi Prambanan sendiri, karena letaknya yang masih satu komplek dengan Candi Prambanan. Koleksi museum ini terdiri dari temuan Situs Wanabaya dan Prambanan serta candi disekitarnya.
Koleksi museum ini berupa :
• Benda perhiasan emas dari berbagai bentuk,
• Artefak
• Arca
• Fragmen gerabah
• Foto-foto tentang pemugaran candi prambanan.
FASILITAS
1. Museum Purbakala Taman Wisata Prambanan buka hari Selasa – Minggu
jam 08.00 s/d 16.00
2. Tidak dipungut biaya masuk (sudah termasuk tiket masuk ke Candi
Prambanan)
3. Toilet (kondisi sedang)
4. Pusat Informasi (kondisi sedang)
5. Ketersediaan listrik, air dan line telepon.
6. Ruang pamer koleksi:
7. Parkir : Kondisi baik
8. Keamanan (kondusif)

Museum Geospasial Gumuk Pasir


Museum Geospasial Gumuk Pasir
Alamat : Depok, Parangtritis


Museum Geospasial ini merupakan aset dunia karena wisatawan yang datang ke sini akan menemukan fenomena alam langka, salah satunya Gumuk Pasir Barchas yang hanya ada di Indonesia (Pantai Depok) dan Mexico. Museum Geospasial ini berdiri atas kerjasama dan dukungan internasional khususnya perjanjian Rio de Jainero tentang perbaikan iklim dan lingkungan pesisir pantai.
Museum Geospasial ini berbentuk kerucut dan terbagi dalam beberapa bagian. Antara lain ruang pamer, ruang mini teater pusat teropong udara. Menyaksikan pemandangan pantai selatan dari tempat ini akan menemukan sesuatu yang indah dan sangat langka
Tempat ini berada tidak jauh dari Pantai Depok Parangtritis. Dari Jogjakarta sekitar 25 kilometer. Bisa ditempuh dengan roda empat maupun dua.

Museum wayang

Museum Wayang
Alamat : JL. Raya Yogya – Wonosari Km.7 No. 277

Inspirasi pendirian Museum Kekayon didapatkan oleh pendiri museum, Prof.DR.Dr.KRT Soejono Prawirohadikusumo, DAS. DAJ., di Rijksmuseum Amsterdam pada tahun 1966 – 1967 (ketika itu beliau sedang menyelesaikan pendidikan S2 Social Psychiatrie di Groningen Nederland. Waktu itu beliau mendapat dorongan yang sangat besar karena pernyataan salah seorang Direktur museum di Amsterdam, bahwa di Yogyakarta tidak ada Museum Wayang. Beliau juga mendapatkan pengetahuan bahwa mendirikan museum pribadi bukan persoalan kaya atau berduit, tapi persoalan motivasi, ketekunan dan kesabaran.

Contoh yang konkret adalah keberhasilan ‘Een gewone Hollandsche ambtenaar’ di Purworejo yang dengan ketekunan luar biasa, bisa mempunyai koleksi yang sangat besar dan berharga (yang pada akhirnya dihadiahkan kepada Museum Nasional Indonesia di Jakarta), setelah puluhan tahun mengumpulkan koleksi tersebut dari sisa salari-nya (dia bukan seorang milyuner). Yang membuat dia berhasil adalah ketekunan, kesabaran, motivasi dan panjangnya tahun (selama ini bagi dia, tidak ada hari tanpa menambah koleksi).
Sama halnya dengan Museum Wayang di Jakarta, museum ini mempunyai beberapa jenis wayang, seperti:
• Wayang Purwa
• Wayang Madya (Menceritakan Era Pasca Perang Baratayuda)
• Wayang Thengul
• Wayang Klithik (Mengisahkan Damarwulan dan Minakjinggo)
• Wayang Beber
• Wayang Gedhog (Cerita Dewi Candrakirana)
• Wayang Suluh (Mengenai Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Indonesia)
• Dan lain-lain.
Berkaitan dengan wayang Purwa, museum ini memiliki beberapa poster yang menggambarkan strategi perang yang dipakai dalam perang Bharatayuda antara keluarga Pandawa dan Kurawa, yaitu: strategi Sapit Urang dan strategi Gajah.

Museum yang didirikan pada tahun 1990 ini selain memiliki koleksi berbagai wayang dan topeng serta menampilkan sejarah wayang yang diperkenalkan mulai dari abad ke-6 sampai abad ke-20. Wayang-wayang di dalam museum ini terbuat baik dari kulit, kayu, kain, maupun kertas.

FASILITAS
1. Loket Tiket Masuk:
Selasa – Minggu, jam 08.00 – 15.00 WIB, dengan tiket masuk sebesar
Rp. 5.000,- (wisman/turis); Rp. 3.000,- (umum) dan Rp. 2.000,-
(mahasiswa/pelajar/anak). Untuk rombongan dalam jumlah besar bisa
mendapatkan potongan harga hingga 20%.
2. Toilet (kondisi sedang)
3. Pusat Informasi (kondisi sedang)
4. Ketersediaan listrik, air dan line telepon.
5. Ruang pamer koleksi
6. Parkir : Kondisi baik
7. Keamanan (kondusif)


Deskripsi :

Jeron Beteng

Jeron Beteng Heritage Trail
Alamat : Dalem Kaneman, Kraton Yogyakarta
Deskripsi :
Yogyakarta yang dikenal sebagai Kota Wisata sebenarnya masih banyak menyimpan berbagai pesona yang belum seluruhnya tergali. Di antaranya adalah wilayah Jeron Beteng (wilayah di dalam kungkungan benteng Kraton Yogya). Selama ini yang dikenal sebagai aset wisata wilayah Jeron Beteng adalah komplek Istana Kraton Yogyakarta, Tamansari, dan Museum Sonobudaya dan Museum Kereta. Padahal di Jeron Beteng itu banyak tempat-tempat bersejarah dan situs budaya yang jelas memiliki pesona yang menarik.
Untuk menyusuri tempat-tempat bersejarah dan situs budaya di kawasan Jeron Beteng, wisatawan dapat mengunakan andong ataupun becak. Wisatawan diberikan peta. Pada peta panduan, wisatawan bisa mendapatkan penjelasan yang lengkap. Sebagai contoh pada halaman pertama dijelaskan soal apa itu Jeron Beteng (Dalam Benteng), yaitu merupakan kawasan bagian dalam benteng yang mengelilingi Keraton Yogyakarta. Benteng tersebut disebut Benteng Baluwerti, berasal dari kata ba artinya jatuh, lu dari punglu atau mimis atau timah panas anak peluru, wreti artinya hujan, jadi secara keseluruhan mempunyai makna jatuhnya peluru seperti hujan. Oleh karena itu dari pengertian itu maka makna pendirian benteng adalah untuk mengantisipasi serangan musuh dari luar benteng.
Beteng Baluwerti antara lain terdiri empat buah pojok beteng dan lima buah plengkung sebagai pintu masuk ke dalam wilayah Jeron Beteng, Alun-alun Utara dan Selatan serta Regol Pangurakan. Sementara itu pusaka budaya yang ada di Jeron Beteng adalah beberapa masjid, beberapa dalem (rumah bangsawan), berbagai rumah tradisional, museum kereta, Museum Sonobudoyo, Museum Gamelan, Pasar Ngasem, kandang gajah dan bengkel wayang.
Setelah selesai mengeilingi kawasan Jeron Beteng, wisatawan dapat menikmati makanan khas daerah Yogya seperti clorot, apem, semar mendem, hawuk-hawuk, lemper, gebleg dari Kulonprogo, yangko dari Kotagede. Makanan tradisional itu umumnya terbuat dari ketela, ketan dan buah-buahan.
Fasilitas :
1. Harga Paket
Harga paket yang ditawarkan pengelola cukup fleksibel.
2. Pusat Informasi
• Kondisi baik
• Kontak Person Dr. Ir. Laretna T Adishakti (Bu Sita)
3. Home Stay
Wisatawan dapat menginap di hotel-hotel yang berada di kawasan Keraton Yogyakarta
4. Keamanan (kondusif)
Aktifitas :
1. Wisata belanja
2. Wisata kuliner
3. Membatik
4. Macapat

Sabtu, 28 Mei 2016

Museum sandi

Museum SandiDeskripsi :
Prakarsa pembangunan Museum Sandi berawal dari gagasan Bapak Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang berkeinginan untuk menempatkan koleksi persandian di Museum Perjuangan Yogyakarta. Keinginan tersebut disampaikan pada saat beliau menerima kunjungan Widyakarya Mahasiswa Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) pada bulan Maret 2006 lalu. Oleh kepala Lembaga Sandi Negara. Mayjen TNI Nachrowi Ramli gagasan tersebut disambut baik dan segera ditindaklanjuti dengan membentuk sebuah tim yang disebut Tim Museum Sandi.
Tim Museum Sandi mulai melaksanakan tugasnya yang sejak pertengahan tahun 2006. beriringan dengan rencana pembangunan Monumen Sandi di Dukuh Kulonprogo Yogyakarta. Akan tetapi, kegiatan pembangunan Museum Sandi sempat mengalami kendala yang disebabkan oleh musibah gempa bumi yang melanda Propinsi DIYpada bulan Mei 2007.
Gempa tersebut telah mengakibatkan kerusakan fisik yang cukup berat pada Museum Perjuangan Yogyakarta. Akhirnya berkat komitmen dan dukungan dari berbagai pihak. Museum perjuangan dapat direnovasi kembali. Puncaknya pada tanggal 29 Juli 2008, Museum Sandi diresmikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Gubernur DIY, dan kepala Lembaga Sandi Negara.
Museum Sandi merupakan museum yang khusus menampilkan berbagai jenis koleksi mengenai sejarah persandian. Posisinya terletak di lantai dasar Museum perjuangan Yogyakarta. Adapun tata ruang Museum Sandi berbentuk lingkaran, dengan diameter berukuran 30 m dan tinggi 17 m.
FASILITAS
1. Loket Tiket Masuk (kondisi sedang)
• Harga tiket masuk :
• Anak-anak Rp. 500,-
• Dewasa Rp. 750,-
• Wisatawan asing Rp. 750,-
• Rombongan lebih dari 30 orang,
Rp. 500,- per orang. (diskon untuk
rombongan Rp. 250,-
2. Toilet (kondisi sedang)
• Jumlah toilet pria 8 buah
• Jumlah toilet wanita 8 buah
3.Pusat Informasi (kondisi sedang)
• Waktu layanan:
• Hari buka setiap hari Senin sampai
dengan Kamis mulai dari pukul
08.30 – 15.00 WIB, Jum’at Pukul
08.30 – 11.30 WIB (Sabtu, Minggu
dan hari besar libur).
4. Ketersediaan listrik, air dan line telepon.
• Untuk listrik tersedia 20.000 Watt,
untuk air hanya dari sumur, dan
untuk line telepon ada tiga belas
extention.
5. Ruang pamer koleksi :
• Display Panel : penjelasan sejarah
perkembangan ilmu persandian, sejarah
persandian Indonesia dan dunia.
• Koleksi Realia ; meja dan kursi dukuh,
mesin atau peralatan sandi dan task ode.
• Koleksi Replika ; sepeda, patung tattoo
dan berbagai alat peragaan sandi.
• Dokumen ; buku kode dan naskah
keputusan presiden.
• Gambar-gambar ; foto pendiri persandian,
foto mantan kepala lembaga sandi Negara,
lukisan peta gerilya petugas sandi pada
masa agresi militer Belanda II, lukisan
dan penegakkan persandian (1946 – 1949).
Dan peta jaringan komunikasi berita pada
masa perang kemerdekaan II.
• Teknologi Multimedia ; media informasi
berbentuk LCD, dan sarana permainan
persandian (cryptogames).
6. Parkir
• Kondisi baik
• Kapasitas (mobil ± 20 buah,
motor ± 100 buah, bus ± 10 buah)
7.Keamanan (kondusif)

Roemah Boedaya Tembi

Roemah Boedaya Tembi

Museum Roemah Boedaya Tembi
Alamat : Jl. Prangtritis Km 8,4 Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, DIY

Deskripsi :
Keberadaaan museum ini tak bisa dipisahkan dengan Roemah Boedaya TeMBI sebagai laboratorium seni dan budaya yang bertujuan untuk mendinamisasikan kehidupan seni dan budaya di Yogyakarta; mendokumentasikan seni pertunjukan tradisional dan modern; pembuatan film dokumenter, pamutaran dan atau publikasi; pengembangan wacana di tengah multikultural; penelusuran dan penyimpanan data kebudayaan.

Koleksi Di Museum Roemah Boedaya TeMBI yang dapat kita temui diantaranya :
• Foto (yang disertai dengan tulisan keterangan untuk
masing-masing gambar)
• Aneka sesajen pada upacara adat/ tradisional jawa,
ada sajen brokohan, sajen pasang tarub. Lukisan-lukisan
pada tembok museum, ada juga wejangan atau nasihat.
• Aneka topeng wayang, beberapa tokoh wayang kulit
dan wayang golek.
• Peralatan memasak tradisional jawa (anglo,
kipas, kukusan), peralatan makan, peralatan meramu jamu.
• Perkakas pertukangan (pacul /cangkul, arit),
peralatan menangkap ikan tradisional jawa (jaring, bubu)
• Peralatan untuk membatik (canting, kain, cap batik,
kompor kecil dan wajan kecil berisi lilin malam).
• Pakaian tradisional jawa,
• Alat musik tradisional (rebab),
• Aneka jenis celengan.
• Aneka jenis mainan tradisional jawa (egrang,
dakon, bekel, kuda lumping, yoyo, othok-othok)
• Berbagai jenis senjata tradisional/pusaka jawa
(berbagai jenis keris, tombak).
• Koleksi kitab/buku/majalah dengan tulisan huruf jawa.
• Ruang tidur (senthong) yang didesain khas jawa
(lengkap dengan perlengkapannya). Tidak melulu
berbau jawa, di sini juga terdapat koleksi motor
kuno dan organ (alat musik).
FASILITAS
• Tembi buka :
Senin - Jum'at buka dari jam 09.00 - 16.00 WIB
Sabtu - Minggu buka dari jam 09.00 - 15.00 WIB
• Galeri atau Balai Roepa (Satu dan Dua) dan Roemah
Dokumentasi Seni Roepa serta Roemah Dokumentasi
Boedaya.
• Ketersediaan listrik, air dan line telepon
serta Penginapan/ Akomodasi
• Toilet (kondisi baik)
• Mushola
• Perpustakaan
• Tempat parkir
• Galeri
• Warung koperasi dan
• Pendopo beserta seperangkat gamelan.


Museum Puro Pakualaman

Museum Puro Pakualaman


Alamat : Jl. Sultan Agung Yogyakarta
Deskripsi :
Museum yang memiliki luas bangunan 816 m2 dari keseluruhan Puro Pakualaman. Museum ini merupakan museum pribadi milik Puro Pakualaman. Atas persetujuan Sri Paku Alam ke VIII, museum yang ada di bawah naungan Bebadan Museum Puro Paku Alaman ini, pada tahun 1981 mulai berbenah diri. Pemerintah melalui Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Daerah istimewa Yogyakarta juga memberikan bantuan tenaga konsultan dengan maksud agar museum dapat melaksanakan Inventarisasi dan Katalogisasi benda-benda budaya milik istana Puro Paku Alam yang telah terkumpul di museum tersebut. Museum Puro Paku Alam merupakan museum bercorak khusus yang hanya menggambarkan budaya dan sistem pemerintahan Praja Paku Alaman.
Museum Puro Paku Alaman menempati tiga ruangan di dalam kompleks Puro Paku Alaman di bagian sayap muka sebelah timur. Untuk menuju museum melewati pintu gerbang yang disebut Regol Wiwara Kusuma. Pada bagian atasnya berhiaskan lambang mahkota Praja Paku Alaman, lunglungan tanaman dan angka tahun pembuatannya tanggal 7 Agustus 1884 pada pemerintahan Sri Paku Alam ke V. Di bawah tanggal terdapat tulisan huruf jawa : Wiwara Kusuma Winayang Reka, sebuah semboyan yang berarti Pengayom Keadilan dan Kebijaksanaan.
Koleksi museum Puro Paku Alaman terdiri dari benda-benda bersejarah berupa peralatan perang, peralatan upacara, peralatan masak, kereta-kereta yang pernah digunakan oleh penguasa Puro Paku Alaman, dan naskah-naskah kuno yang ditata di dalam 3 (tiga) ruang pameran tetap.
FASILITAS
1. Loket Tiket Masuk (kondisi sedang)
• Harga tiket masuk sukarela
2. Toilet (kondisi sedang)
• Jumlah toilet 1 buah
3. Pusat Informasi (kondisi sedang)
• Waktu layanan:
• Hari buka setiap hari Minggu, Selasa dan
Kamis mulai dari pukul 09.30 – 13.30 WIB.
4. Ketersediaan listrik, air dan line telepon.
• Untuk listrik tersedia 41300 Watt, untuk
pemakaian air dari sumur dan PDAM, dan
untuk line telepon ada satu extention.
5. Ruang pamer koleksi:
• Ruang pamer 1 menyimpan koleksi foto
dokumentasi, pohon silsilah Nabi Adam
dan keturunannya, denah Puro
Pakualaman
• Ruang pamer 2 menyimpan koleksi senjata,
peralatan dan perlengkapan yang
digunakan semasa kejayaan Puro
Pakualaman, kostum tari, pakaian
prajurit, pakaian permaisuri, pakaian
kusir kereta dan peralatan dapur.
• Ruang pamer 3 menyimpan kereta istana.
6. Parkir
• Kondisi baik
• Kapasitas (mobil ± 50 buah,
motor ± 500 buah, bus ± 10 buah)
7. Keamanan (kondusif)

Selasa, 24 Mei 2016

Museum anak kolong tangga

http://liburanjogja.co.id/wp-content/uploads/2014/06/Kolongtangga.jpg
Museum Anak Kolong Tangga merupakan museum yang terletak di gedung Taman Budaya Yogyakarta lantai 2, tepatnya di jalan Sriwedari no. 1 , Yogyakarta. Museum ini masih satu kompleks dengan Taman Pintar Yogyakarta dan shopping center [1].
Museum Anak Kolong Tangga adalah museum mainan anak pertama di Indonesia. Museum ini didirikan oleh Rudi Corens, seniman berkebangsaan Belgia, di bantu oleh teman-temannya antara lain Diyan Anggraeni(Dinas Kebudayaan) dan Anggi Minarni(Karta Pustaka). Dibuka untuk umum pada tanggal 2 Pebruari 2008. Museum ini didirikan berawal dari satu kekhawatiran Rudi Corens terhadap anak-anak dan remaja yang cenderung melupakan budaya dan tradisi mereka sendiri di era globalisasi ini. Anak-anak sekarang lebih memilih untuk menghabiskan waktu untuk menonton televisi atau bermain gadget elektronik.
Museum Anak Kolong Tangga ingin mengangkat dan memperkenalkan fungsi dari mainan dan permainan tradisional sebagai bagian dari kehidupan anak sehari-hari. Kami percaya pada nilai-nilai sosial dan lingkungan dalam mainan dan permainan tradisional, dari mulai penggunaan bahan, proses pembuatan hingga bagaimana cara memainkan mainan tersebut. Berangkat dari hal penting tersebut, kami mencoba untuk menarik minat dan kecintaan cinta anak-anak, remaja, dan orang dewasa untuk terhadap mainan dan permainan tradisional.
Museum Anak Kolong Tangga ini dirancang untuk menjadi area publik, ruang tamu umum yang tidak hanya digunakan sebagai tempat untuk menyimpan dan menampilkan benda-benda antik semata, tetapi juga sebagai media pembelajaran bagi anak-anak agar lebih mengerti tentang budaya Indonesia sendiri. Diharapkan juga akan sumber inspirasi bagi kreativitas anak-anak dengan melakukan kegiatan seperti workshop kreatifitas, konser musik, dan pameran tahunan sehingga anak-anak bisa merasa dekat dengan museum mereka.
Koleksi Museum Anak Kolong tidak semata tentang mainan dan permainan tradisional, tetapi juga segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia anak. Saat ini Museum Anak Kolong Tangga memiliki hampir 9.000 koleksi, terdiri dari mainan, permainan, buku cerita, poster, gambar, dan lain-lain dari Indonesia dan dunia. Karena keterbatasan ruang, kami hanya bisa menampilkan 300-500 saja dan sisanya disimpan di gudang sekretariat kami.
Hampir 80% dari koleksi museum, merupakan sumbangkan Pak Rudi Corens untuk Yayasan Dunia Damai. Sisanya, berupa sumbangan dari para donatur dan sponsor untuk memperkaya koleksi kami. Selain itu kami juga melakukan pertukaran koleksi dengan museum anak-anak lain, salah satunya Hungaria.
Museum Anak Kolong Tangga buka dari Selasa-Jumat dan pada 09.00-16.00. Pada hari Senin, museum ditutup untuk perawatan.
Koleksi mainan di museum anak kolong tangga ini bukan mainan modern hasil pabrikan, tetapi mainan anak tradisional asli buatan tangan yang mengandung usur budaya, tradisi, dan mitos pada jamannya, seperti kuda- kudaan kayu, mainan motor dari kayu, miniatur rumah- rumahan mainan, gasing dari dalam dan luar negeri, mainan yang terbuat dari kertas dan masih banyak yang lainnya, yang pastinya bisa membuat anak anda senang dan mendapatkan banyak pelajaran. Sedangkan untuk koleksi dari lima benua terdiri dari berbagai poster, komik dan berbagai macam foto tentang dunia anak [2].

gambar diambil dari :  

Museum kraton

Museum Kraton
Alamat : Kraton Yogyakarta, Kota Yogyakarta

Deskripsi :
Kraton Yogyakarta memiliki beberapa museum yang dikenal sebagai Museum Kraton Jogja. Terletak di dalam kompleks Kraton, digunakan sebagai tempat untuk menyimpan beberapa benda yang pernah digunakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono. Pada sisi barat Kraton, di jalan Rotowijayan, ada Royal Carriage Museum yang dibangun di atas tanah 14.000 m2, dengan arsitektur Jawa.