Bangunan bangunan era Kolonialisme sangat
banyak di Yogyakarta, tersebar dibeberapa wilayah. Beberapa diantaranya
ada di sekitaran Kotabaru, dan juga kawasan titik nol kilometer. Di
sekeliling Titik Nol kilometer senidiri yang masih sering kita lihat ada Gereja Margomulyo dutara Gedung Agung kemudian benteng Vredeburg dan disisi selatan ada Kantor Pos serta Bank Indonesia Yogyakarta.
Bangunan ini fungsinya mengalami pasang surut seiring perkembangan
yang ad a.bahkan pada masa penjajahan Jepang yakni pada tahun 1942
kegiatan operasional bank tersebut terhenti. Sehingga Nanpo Kaihatsu
Ginko di fungsikan sebagai bank sirkulasi di Jawa. Setelah mengalami
proses tersebut baik selama penjajahan jepang hingga agresi militer
Belanda di Yogyakarta akhirnya Kantor Cabang De Javasche Bank
beroperasi kembali pada 22 maret 1950 dan di nasionalisasikan pada
tahun 1953. Saat ini keberadaan gedung bekas de Javasce Bank tersebut
dapat dinikmati publik yang penggunaannya diresmikan Gubernur DIY Sri
Sultan Hamengku Buwono X pada tanggal 17 Februari 2012 yang lalu. Untuk
basement dipergunakan sebagai museum dan auditorium, lantai satu untuk
kegiatan pameran, konser pertunjukan kesenian dengan kapasitas 200 orang
berdiri dan lantai 2 dipergunakan sebagai cyber library, pusat
informasi dan juga cafe
http://yogyakarta.panduanwisata.id/wisata-sejarah-2/bank-indonesia-yogyakarta-sisa-bangunan-kolonialisme/


