Translate

Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Mei 2016

Museum wayang

Museum Wayang
Alamat : JL. Raya Yogya – Wonosari Km.7 No. 277

Inspirasi pendirian Museum Kekayon didapatkan oleh pendiri museum, Prof.DR.Dr.KRT Soejono Prawirohadikusumo, DAS. DAJ., di Rijksmuseum Amsterdam pada tahun 1966 – 1967 (ketika itu beliau sedang menyelesaikan pendidikan S2 Social Psychiatrie di Groningen Nederland. Waktu itu beliau mendapat dorongan yang sangat besar karena pernyataan salah seorang Direktur museum di Amsterdam, bahwa di Yogyakarta tidak ada Museum Wayang. Beliau juga mendapatkan pengetahuan bahwa mendirikan museum pribadi bukan persoalan kaya atau berduit, tapi persoalan motivasi, ketekunan dan kesabaran.

Contoh yang konkret adalah keberhasilan ‘Een gewone Hollandsche ambtenaar’ di Purworejo yang dengan ketekunan luar biasa, bisa mempunyai koleksi yang sangat besar dan berharga (yang pada akhirnya dihadiahkan kepada Museum Nasional Indonesia di Jakarta), setelah puluhan tahun mengumpulkan koleksi tersebut dari sisa salari-nya (dia bukan seorang milyuner). Yang membuat dia berhasil adalah ketekunan, kesabaran, motivasi dan panjangnya tahun (selama ini bagi dia, tidak ada hari tanpa menambah koleksi).
Sama halnya dengan Museum Wayang di Jakarta, museum ini mempunyai beberapa jenis wayang, seperti:
• Wayang Purwa
• Wayang Madya (Menceritakan Era Pasca Perang Baratayuda)
• Wayang Thengul
• Wayang Klithik (Mengisahkan Damarwulan dan Minakjinggo)
• Wayang Beber
• Wayang Gedhog (Cerita Dewi Candrakirana)
• Wayang Suluh (Mengenai Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Indonesia)
• Dan lain-lain.
Berkaitan dengan wayang Purwa, museum ini memiliki beberapa poster yang menggambarkan strategi perang yang dipakai dalam perang Bharatayuda antara keluarga Pandawa dan Kurawa, yaitu: strategi Sapit Urang dan strategi Gajah.

Museum yang didirikan pada tahun 1990 ini selain memiliki koleksi berbagai wayang dan topeng serta menampilkan sejarah wayang yang diperkenalkan mulai dari abad ke-6 sampai abad ke-20. Wayang-wayang di dalam museum ini terbuat baik dari kulit, kayu, kain, maupun kertas.

FASILITAS
1. Loket Tiket Masuk:
Selasa – Minggu, jam 08.00 – 15.00 WIB, dengan tiket masuk sebesar
Rp. 5.000,- (wisman/turis); Rp. 3.000,- (umum) dan Rp. 2.000,-
(mahasiswa/pelajar/anak). Untuk rombongan dalam jumlah besar bisa
mendapatkan potongan harga hingga 20%.
2. Toilet (kondisi sedang)
3. Pusat Informasi (kondisi sedang)
4. Ketersediaan listrik, air dan line telepon.
5. Ruang pamer koleksi
6. Parkir : Kondisi baik
7. Keamanan (kondusif)


Deskripsi :

Sabtu, 28 Mei 2016

Museum sandi

Museum SandiDeskripsi :
Prakarsa pembangunan Museum Sandi berawal dari gagasan Bapak Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang berkeinginan untuk menempatkan koleksi persandian di Museum Perjuangan Yogyakarta. Keinginan tersebut disampaikan pada saat beliau menerima kunjungan Widyakarya Mahasiswa Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) pada bulan Maret 2006 lalu. Oleh kepala Lembaga Sandi Negara. Mayjen TNI Nachrowi Ramli gagasan tersebut disambut baik dan segera ditindaklanjuti dengan membentuk sebuah tim yang disebut Tim Museum Sandi.
Tim Museum Sandi mulai melaksanakan tugasnya yang sejak pertengahan tahun 2006. beriringan dengan rencana pembangunan Monumen Sandi di Dukuh Kulonprogo Yogyakarta. Akan tetapi, kegiatan pembangunan Museum Sandi sempat mengalami kendala yang disebabkan oleh musibah gempa bumi yang melanda Propinsi DIYpada bulan Mei 2007.
Gempa tersebut telah mengakibatkan kerusakan fisik yang cukup berat pada Museum Perjuangan Yogyakarta. Akhirnya berkat komitmen dan dukungan dari berbagai pihak. Museum perjuangan dapat direnovasi kembali. Puncaknya pada tanggal 29 Juli 2008, Museum Sandi diresmikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Gubernur DIY, dan kepala Lembaga Sandi Negara.
Museum Sandi merupakan museum yang khusus menampilkan berbagai jenis koleksi mengenai sejarah persandian. Posisinya terletak di lantai dasar Museum perjuangan Yogyakarta. Adapun tata ruang Museum Sandi berbentuk lingkaran, dengan diameter berukuran 30 m dan tinggi 17 m.
FASILITAS
1. Loket Tiket Masuk (kondisi sedang)
• Harga tiket masuk :
• Anak-anak Rp. 500,-
• Dewasa Rp. 750,-
• Wisatawan asing Rp. 750,-
• Rombongan lebih dari 30 orang,
Rp. 500,- per orang. (diskon untuk
rombongan Rp. 250,-
2. Toilet (kondisi sedang)
• Jumlah toilet pria 8 buah
• Jumlah toilet wanita 8 buah
3.Pusat Informasi (kondisi sedang)
• Waktu layanan:
• Hari buka setiap hari Senin sampai
dengan Kamis mulai dari pukul
08.30 – 15.00 WIB, Jum’at Pukul
08.30 – 11.30 WIB (Sabtu, Minggu
dan hari besar libur).
4. Ketersediaan listrik, air dan line telepon.
• Untuk listrik tersedia 20.000 Watt,
untuk air hanya dari sumur, dan
untuk line telepon ada tiga belas
extention.
5. Ruang pamer koleksi :
• Display Panel : penjelasan sejarah
perkembangan ilmu persandian, sejarah
persandian Indonesia dan dunia.
• Koleksi Realia ; meja dan kursi dukuh,
mesin atau peralatan sandi dan task ode.
• Koleksi Replika ; sepeda, patung tattoo
dan berbagai alat peragaan sandi.
• Dokumen ; buku kode dan naskah
keputusan presiden.
• Gambar-gambar ; foto pendiri persandian,
foto mantan kepala lembaga sandi Negara,
lukisan peta gerilya petugas sandi pada
masa agresi militer Belanda II, lukisan
dan penegakkan persandian (1946 – 1949).
Dan peta jaringan komunikasi berita pada
masa perang kemerdekaan II.
• Teknologi Multimedia ; media informasi
berbentuk LCD, dan sarana permainan
persandian (cryptogames).
6. Parkir
• Kondisi baik
• Kapasitas (mobil ± 20 buah,
motor ± 100 buah, bus ± 10 buah)
7.Keamanan (kondusif)

Jumat, 27 Mei 2016

Gua cerme

Gua  CermeAlamat: Srunggo Dusun, Desa Selopamioro, Imogiri, Bantul, YogyakartaDeskripsi:gua adalah salah satu wisata petualangan yang membawa keindahan dunia bawah tanah yang tidak akan pernah temui di permukaan. Lorong-lorong gua dengan berbagai bentuk dan ukuran, benar-benar memberikan sensasi petualangan yang sangat menarik. Panjang keseluruhan dari gua adalah sekitar 1,2 Km dan mengalir di sungai bawah tanah aman buat kegiatan Caving. Goa Cerme terletak kira-kira sekitar 15 km tenggara kota Bantul. Akhir gua adalah gua panggang.selain wilayah utama Sendang ada gua lain yang digunakan untuk tempat meditasi seperti goa dalang, gua ledhek, gua badhut, dan gua Kaum.Untuk mencapai gerbang depan gua, pengunjung harus mendaki bukit sekitar 759 tangga melesati. Pada malam hari pemandangan kota di sebelah utara terlihat indah dengan gemerlap lampu.Gua cerme pernah digunakan oleh Walisongo untuk menyebarkan Islam di Jawa. Selain itu, Cerme gua juga digunakan untuk membahas rencana untuk membangun Masjid Agung Demak. Setiap upah Senin atau Selasa, selalu mengadakan syukuran untuk meminta berkat Allah.gua ini panjang dan dalam. Daya tarik utama wisatawan dari Cerme gua adalah keindahan stalaktit dan stalagmit serta jumlah kelelawar di gua selain aliran air bawah tanah saja. lantai gua dibanjiri oleh air tanah dengan kedalaman air rata-rata sekitar 1 sampai 1,5 meter. gua terdiri dari banyak kamar, seperti panggung pertemuan, zam zam air, mustoko, air suci, Watu memeriksa, pelungguhan / paseban, surga, Grojogan Sewu, penguripan air, gamelan, Howling batu, lumbung, bangunan sekakap, pengadilan, tahap , lawa gua dan watu gantung.

Selasa, 24 Mei 2016

Museum anak kolong tangga

http://liburanjogja.co.id/wp-content/uploads/2014/06/Kolongtangga.jpg
Museum Anak Kolong Tangga merupakan museum yang terletak di gedung Taman Budaya Yogyakarta lantai 2, tepatnya di jalan Sriwedari no. 1 , Yogyakarta. Museum ini masih satu kompleks dengan Taman Pintar Yogyakarta dan shopping center [1].
Museum Anak Kolong Tangga adalah museum mainan anak pertama di Indonesia. Museum ini didirikan oleh Rudi Corens, seniman berkebangsaan Belgia, di bantu oleh teman-temannya antara lain Diyan Anggraeni(Dinas Kebudayaan) dan Anggi Minarni(Karta Pustaka). Dibuka untuk umum pada tanggal 2 Pebruari 2008. Museum ini didirikan berawal dari satu kekhawatiran Rudi Corens terhadap anak-anak dan remaja yang cenderung melupakan budaya dan tradisi mereka sendiri di era globalisasi ini. Anak-anak sekarang lebih memilih untuk menghabiskan waktu untuk menonton televisi atau bermain gadget elektronik.
Museum Anak Kolong Tangga ingin mengangkat dan memperkenalkan fungsi dari mainan dan permainan tradisional sebagai bagian dari kehidupan anak sehari-hari. Kami percaya pada nilai-nilai sosial dan lingkungan dalam mainan dan permainan tradisional, dari mulai penggunaan bahan, proses pembuatan hingga bagaimana cara memainkan mainan tersebut. Berangkat dari hal penting tersebut, kami mencoba untuk menarik minat dan kecintaan cinta anak-anak, remaja, dan orang dewasa untuk terhadap mainan dan permainan tradisional.
Museum Anak Kolong Tangga ini dirancang untuk menjadi area publik, ruang tamu umum yang tidak hanya digunakan sebagai tempat untuk menyimpan dan menampilkan benda-benda antik semata, tetapi juga sebagai media pembelajaran bagi anak-anak agar lebih mengerti tentang budaya Indonesia sendiri. Diharapkan juga akan sumber inspirasi bagi kreativitas anak-anak dengan melakukan kegiatan seperti workshop kreatifitas, konser musik, dan pameran tahunan sehingga anak-anak bisa merasa dekat dengan museum mereka.
Koleksi Museum Anak Kolong tidak semata tentang mainan dan permainan tradisional, tetapi juga segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia anak. Saat ini Museum Anak Kolong Tangga memiliki hampir 9.000 koleksi, terdiri dari mainan, permainan, buku cerita, poster, gambar, dan lain-lain dari Indonesia dan dunia. Karena keterbatasan ruang, kami hanya bisa menampilkan 300-500 saja dan sisanya disimpan di gudang sekretariat kami.
Hampir 80% dari koleksi museum, merupakan sumbangkan Pak Rudi Corens untuk Yayasan Dunia Damai. Sisanya, berupa sumbangan dari para donatur dan sponsor untuk memperkaya koleksi kami. Selain itu kami juga melakukan pertukaran koleksi dengan museum anak-anak lain, salah satunya Hungaria.
Museum Anak Kolong Tangga buka dari Selasa-Jumat dan pada 09.00-16.00. Pada hari Senin, museum ditutup untuk perawatan.
Koleksi mainan di museum anak kolong tangga ini bukan mainan modern hasil pabrikan, tetapi mainan anak tradisional asli buatan tangan yang mengandung usur budaya, tradisi, dan mitos pada jamannya, seperti kuda- kudaan kayu, mainan motor dari kayu, miniatur rumah- rumahan mainan, gasing dari dalam dan luar negeri, mainan yang terbuat dari kertas dan masih banyak yang lainnya, yang pastinya bisa membuat anak anda senang dan mendapatkan banyak pelajaran. Sedangkan untuk koleksi dari lima benua terdiri dari berbagai poster, komik dan berbagai macam foto tentang dunia anak [2].

gambar diambil dari :  

Senin, 23 Mei 2016

Pantai Sundak

Desa Ngestirejo, Tanjungsari, Gunung KidulDescription: Dahulu bernama Wedibedah pantai (pasir split) yang kemudian berubah nama menjadi Sundak berasal dari legenda rakyat diwariskan dari generasi ke generasi. Cerita ini mengisahkan pertarungan sengit antara populasi anjing dengan landak di bibir pantai sampai pintu masuk ke gua, yang dimenangkan oleh anjing. anjing keluar dari gua, menggigit landak dengan basah kuyup karena gua banjir. gua sekarang disebut gua Sundak. Air di gua adalah berkah bagi penduduk karena pengalaman mereka sebelumnya kekeringan dan kesulitan dalam mencari air tawar. Pemandangan menarik di pantai, telah berkembang dengan bukti yang bisa dilacak secara geologis .Saat di sisi barat pantai terdapat sebuah masjid dan ruang kosong yang digunakan sebagai tempat parkir, sementara timur ada formasi gua batu dengan ketinggian 12 m yang ada sumur air tawar yang digunakan oleh warga. Pada tahun 1930 daerah itu masih di atas lautan yang kemudian menyusut dan air menjorok ke laut karena proses geologi. Air yang mengalir ke laut selama musim hujan, membelah dataran pesisir timur membentuk sungai. Tapi pada saat musim kemarau, menghilang bersama dengan bagian dari air laut membawa pasir. Wedibedah (pasir split) ini adalah asal nama pantai ini karena fenomena alam. Pada tahun 1976 pantai kemudian berganti nama setelah perkelahian insiden antara anjing (asu) dan landak .Untuk tempat tinggal, di pantai ada beberapa pilihan, seperti mendirikan tenda, dan tidur di bangku warung yang tidak terpakai di malam hari. Meskipun pada malam hari tidak ada cahaya, tetapi Anda dapat menikmati ikan bakar dengan teman - teman dengan membakar diri sendiri atau membeli yang sudah dimasak

Pantai Trisik

pantai trisik kulon progo Pantai dengan panorama alam yang sangat indah ini sangat cocok bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan ke pantai alami. Isi liburan akhir pekan Anda dengan teman dan keluarga untuk datang ke Trisik ini. Kebohongan desa Banaran Trisik Kecamatan Lines di tenggara Kulon Progo dan sekitar 30 km dari kota Yogyakarta. Di sini Anda dapat menikmati matahari terbenam yang indah, memancing atau melihat aktivitas para nelayan yang akan melaut. Ikan hasil tangkapan dari nelayan akan dibawa ke tempat pelelangan ikan. Di sini Anda bisa mendapatkan ikan yang masih segar untuk dibawa pulang atau Anda juga dapat pesanan yang telah dimasak atau dibakar setelah digoreng. Tidak hanya itu di sini juga ada berbagai macam hidangan ikan Anda hanya memilih sesuai dengan keiginan Anda.