Translate

Rabu, 11 Januari 2017

Sop Ayam mBak nDut

Warung ini beralamatkan di jalan Bung Tarjo No 23, Baciro, Yogyakarta
Warung Sop ini buka dari Jam 11:00 s/d 23:00 . Warung ini cukup ramai dikunjungi oleh kaum muda/mudi walaupun ada juga orang tua yang makan di warung ini. Beragam menu Sop Ayam ada disediakan di warung ini, dengan harga yang bersahabat dengan kantong. Monggo silahkan bagi yang pingin mencoba kelezatan warung ini untuk mapir di warung ini. mungkin bila anda makan disini dimohon sedikit bersabar untuk menunggu pesenan datang, karena masakan dimasak fresh, sesuai pesanan.

Senin, 02 Januari 2017

Wirobrajan

Wirobrajan adalah sebuah kecamatan di Kota YogyakartaProvinsi Daerah Istimewa YogyakartaIndonesia. Nama Wirobrajan berasal dari nama sebuah kesatuan prajurit kraton yang bertempat tinggal di kampung yang berada di kecamatan tersebut, yaitu Prajurit Wirabraja. Prajurit ini sangat terkenal karena topinya yang berbentuk seperti cabai atau yang dikenal dengan istilah lombok Abang.

Kebun Pendidika Penelitian dan Pengembangan Pertanian (KP4) UGM

KP4 merupakan salah satu dari 5 Sub-Unit pada Unit Sarana Penunjang Penelitian di UGM berdasarkan SK Rektor UGM No.: UGM/33/2803/UM/01/37 tahun 1988 tentang Pembentukan Unit Sarana Penunjang Penelitian.
Kebun Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan Pertanian atau Agricultural Training, Research and Development Station (KP4/ATRD) Universitas Gadjah Mada seluas 35 hektar didirikan pada tahun 1975 dengan bantuan The Rockefeller Foundation. Lokasi KP4 adalah di Kalitirto, Berbah, Sleman, berjarak sekitar 15 km dari kampus induk UGM. Selanjutnya, sesuai SK Mendikbud No.: 0132/0/93 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Gadjah Mada, KP4 UGM memiliki status sebagai Sub-Unit Sarana Penunjang Penelitian, yang secara operasional bertanggung jawab pada Rektor up. Pembantu Rektor I, sedang pembinaannya dibawah Lembaga Penelitian UGM.
Berdasarkan SK Rektor UGM No.: 168/P/SK/HKTL/2003 telah diadakan Perubahan Nama dari Kebun Pendidikan, Penelitian dan Percobaan Pertanian UGM menjadi Kebun Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan Pertanian UGM dengan singkatan yang sama (KP4 UGM). Selanjutnya berdasarkan SK Rektor UGM No.: 259/P/SK/HT/2004 tentang Organisasi dan Rincian Tugas Kantor Pimpinan Universitas, Lembaga, Direktorat, Biro, dan Unit Kerja di Lingkungan Universitas Gadjah Mada, KP4 terdiri atas 2 bidang yaitu: bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pertanian dan bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan Hewan Ternak. KP4-UGM secara operasional bertanggungjawab kepada Rektor up. Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.



Taman Pintar

adalah wahana wisata yang terdapat di pusat Kota Yogyakarta, tepatnya di Jalan Panembahan Senopati No. 1-3, Yogyakarta, di kawasan Benteng Vredeburg. Taman ini memadukan tempat wisata rekreasi maupun edukasi dalam satu lokasi. Taman Pintar memiliki arena bermain sekaligus sarana edukasi yang terbagi dalam beberapa zona. Akses langsung kepada pusat buku eks Shopping Centre juga menambah nilai lebih Taman Pintar. Tempat rekreasi ini sangat baik untuk anak-anak pada masa perkembangan.
Beberapa tahun ini Taman Pintar menjadi alternatif tempat berwisata bagi masyarakat Yogyakarta maupun luar kota.[1]
Taman ini, khususnya pada wahana pendidikan anak usia dini dilengkapi dengan teknologi interaktif digital serta pemetaan video yang akan memacu imajinasi anak serta ketertarikan mereka terhadap teknologi. Pada saat ini ada 35 zona dan 3.500 alat peraga permainan yang edukatif.


Selasa, 27 Desember 2016

Sate Kere



Adalah sate yang beda dari sate yang biasa kita jumpai. Biasanya sapte yang kita jumpai dari daging ayam atau daging kambing. Sate kere ini dibuat dari daging sapi. Dagi g sapi yang dipakai juga bukan daging sapi yang kelas satu,namun ada sedikit koyornya,atsu biasa orang sebut thetelan. Penyajianya juga lain dengan sate pada umumnya,sate ini disajikan dengan lontong dan sayur tempe berkuah oedas (mirip linthong sayur). Mungkin karena bahan baku dan cara penyajian yang beda dari sate pada umumnya,maka dusebutlah sate kere (sate rakyat jelata).
Warung sate ini berada di jalan Godean Km 7, diselatan jalan. Dari asrama tentara 403 masih lurus ke barat,jembatan sungai Bedog terus kebarat kira kira 3 Km lagi.

Rabu, 23 November 2016

Kebun Binatang Gembira loka




interaksi dengan kura-kura
Gembira loka adalah salah satu tempat wisata di Yogyakarta yang bertemakan kebun binatang. Bertempat di jalan kebun raya nomer 2, Rejowinangun,Kotagede.

Gajah Gembiraloka
Koleksi binatang yang ada disini didatangkan dari berbagai tempat, bukan cuma dari Indonesia, bahkan ada yang didatangkan dari Afrika, amerika,dan berbgai tempat lainya. Ada Komodo, Orang utan, Gajah,aneka reptil,ikan,burung,primata dan lain lain. koleksi terbarunya adalah Pinguin.
Selain bisa melihat hewan ditempat ini, pengunjung juga dimungkinkan untuk berinteraksi/menyentuh binatang tertentu, misal kura kura,ular,burung, dan bahkan bisa berfoto bersama.

Di tempat ini juga disediakan sarana untuk bermain ATV, untuk yang suka dengan ATV. selain itu ada juga wisata air (becak air,prahu,boat) disediakan pula kereta mini untuk berkeliling lokasi yang lumayan luas agar pengunjung tidak kelelahan mengelilingi lokasi.
selain koleksi hewan yang masih hidup, di tempat ini juga terdapat museum yang berisi hewan hewan yang sudah mati dan diawetkan agar tetap bisa disaksikan.

Angsa Hitam Gembiraloka
Sambil berkeliling, anda juga bisa berfoto langsung bisa di unggah ke media sosial untuk berbagi moment indah anda ke media sosial, ditempat ini disediakan free WiFi.

Di area juga disediakan banyak kantin untuk pengunjung yang membutuhkan asupan makanan atau minuman atau hanya untuk sekedar beristirahat saat kelelahan mengelilingi lokasi.







Jumat, 18 November 2016

Karnaval Saparan Bekakak

Karnaval ini sebenarnya berawal dari upacara selamatan warga Ambarketawang , kecamatan Gamping, Kabupaten Slema, Yogyakarta.
Dinamakan Saparan Bekakak karena upacara ini dilaksanakan pada bulan Sapar (bulan kedua kalender jawa) dan bekakak yang berarti korban Penyembelihan hewan atau manusia. Hanya pada upacara ini, yang dikorbankan atau disembelih bukan manusia beneran, tapi diganti dengan sepasang boneka pengantin yang dibuat dari ketan,dan darahnya diganti dengan gula cair (juruh dalam bahasa Jawa)

Kisah yang melatar belakangi upacara ini adalah musibah yang dialami oleh abdi dalem dari Sultan Hamengku Buwono I, yaitu sepasang suami istri Kyai dan Nyai wirasuta. Beliau adalah abdi dalem yang bertugas membawa payung/memayungi Sultan kemanapun beliau pergi.

Pada tahun 1755, Pangeran Mangkubumi dinobatkan menjadi Sultan pertama dari Kasultanan Ngayogjakarto Hadiningrat. Selanjutnya belia mulailah membangun Kraton. Sebelum Kraton yang dibangun jadi, Sultan memilih tinggal di sebuah pesanggrahan di desa Ambarketawang bersama beberapa abdi dalemnya. Pada saat itu, mata pencaharian penduduk ambarketawang adalah penambang batu kapur/Gamping.

Kyai dan Nyai Wirasuta adalah abdi dalem yang setia dan rajin. disela sela tugasnya menjadi abdi dalem, mereka juga rajin bertenak ayam,bebek,kelinci,burung puyuh,merpati dan landak. Mereka merawat baik baik hewan peliharaanya, dan menyanyanginya.

Pada saat kraton yang dibangun sudah jadi, dan Sultan memutuskan pindah ke kraton, Kyai dan Nyai Wirasuta memohon ijin tetap tinggal di Ambarketawang, karena mereka ingin tetap merawat pesanggrahan dan memelihara ternak ternak mereka. Mereka memohon ijin kepada Sultan agar boleh membawa serta putra putri mereka ikut tinggal di Ambarketawang. Sultan mengijikan.

Suatu hari di hari Jum'at Kliwon di bulan sapar, Kyai dan Nyai Wirasuta sedang membersihkan hlaman pesanggrahan, tanpa mereka sadari gunung Gamping disekitar pesanggrahan itu roboh dan emimpa pesanggrahan. Putra putri dan para pembantu beliau bisa menyelamatkan diri. Hewan piaraan merkepun ikut tertimpa reruntuhan gunung gamping itu, tinggal tersisa seekor merpati dengan sawangan,seekor burung puyuh dengan gelang emas dan seekor landak berkalung saputangan merah.

Mendengar kabar yang menimpa abdi dalemnya yang setia  itu, Sultan sangatlah berduka, hingga berbulan bulan kesedihan yang dirasakan beliau. Ketika kesedihan itu hampir hilang, terjadilah musibah yang sama, dan dibulan Sapar. Masyarakat sekitarpun menjadi takut dan was was menambang batu kapur atau Gamping. Mengetahui keresahan itu, Sultan bertitah kepada masyarakat Ambarketawang untuk melakukan upacara selamatan bekakak pada setiap bulan sapar. Upacara ini juga bermaksud untuk permohonan kepada Tuhan YME agar masyarakat sekitar dilindungi dari musibah. adapun wujud upacara itu adalah penyembelihan bekakak (sebagai pengganti Kyai dan Nyai Wirasuta) dan sesajen lainya. 

Dalam perkembanganya, upacara ini sekarang sudah menjadi upacara budaya dengan karnaval yang menampilkan atraksi dan kesenian yang atraktif dan bagus bagus. Yang tak pernah ketinggalan dari upacara ini adalah hadirnya ogoh ogoh yang berwujud Gendruwo sebagai perwujudan makhluk halus penunggu Gunung Gamping. Sebelum acara ini dilaksanakan, biasanya didahului dengan pasar malam.