Translate

Rabu, 23 November 2016

Kebun Binatang Gembira loka




interaksi dengan kura-kura
Gembira loka adalah salah satu tempat wisata di Yogyakarta yang bertemakan kebun binatang. Bertempat di jalan kebun raya nomer 2, Rejowinangun,Kotagede.

Gajah Gembiraloka
Koleksi binatang yang ada disini didatangkan dari berbagai tempat, bukan cuma dari Indonesia, bahkan ada yang didatangkan dari Afrika, amerika,dan berbgai tempat lainya. Ada Komodo, Orang utan, Gajah,aneka reptil,ikan,burung,primata dan lain lain. koleksi terbarunya adalah Pinguin.
Selain bisa melihat hewan ditempat ini, pengunjung juga dimungkinkan untuk berinteraksi/menyentuh binatang tertentu, misal kura kura,ular,burung, dan bahkan bisa berfoto bersama.

Di tempat ini juga disediakan sarana untuk bermain ATV, untuk yang suka dengan ATV. selain itu ada juga wisata air (becak air,prahu,boat) disediakan pula kereta mini untuk berkeliling lokasi yang lumayan luas agar pengunjung tidak kelelahan mengelilingi lokasi.
selain koleksi hewan yang masih hidup, di tempat ini juga terdapat museum yang berisi hewan hewan yang sudah mati dan diawetkan agar tetap bisa disaksikan.

Angsa Hitam Gembiraloka
Sambil berkeliling, anda juga bisa berfoto langsung bisa di unggah ke media sosial untuk berbagi moment indah anda ke media sosial, ditempat ini disediakan free WiFi.

Di area juga disediakan banyak kantin untuk pengunjung yang membutuhkan asupan makanan atau minuman atau hanya untuk sekedar beristirahat saat kelelahan mengelilingi lokasi.







Jumat, 18 November 2016

Karnaval Saparan Bekakak

Karnaval ini sebenarnya berawal dari upacara selamatan warga Ambarketawang , kecamatan Gamping, Kabupaten Slema, Yogyakarta.
Dinamakan Saparan Bekakak karena upacara ini dilaksanakan pada bulan Sapar (bulan kedua kalender jawa) dan bekakak yang berarti korban Penyembelihan hewan atau manusia. Hanya pada upacara ini, yang dikorbankan atau disembelih bukan manusia beneran, tapi diganti dengan sepasang boneka pengantin yang dibuat dari ketan,dan darahnya diganti dengan gula cair (juruh dalam bahasa Jawa)

Kisah yang melatar belakangi upacara ini adalah musibah yang dialami oleh abdi dalem dari Sultan Hamengku Buwono I, yaitu sepasang suami istri Kyai dan Nyai wirasuta. Beliau adalah abdi dalem yang bertugas membawa payung/memayungi Sultan kemanapun beliau pergi.

Pada tahun 1755, Pangeran Mangkubumi dinobatkan menjadi Sultan pertama dari Kasultanan Ngayogjakarto Hadiningrat. Selanjutnya belia mulailah membangun Kraton. Sebelum Kraton yang dibangun jadi, Sultan memilih tinggal di sebuah pesanggrahan di desa Ambarketawang bersama beberapa abdi dalemnya. Pada saat itu, mata pencaharian penduduk ambarketawang adalah penambang batu kapur/Gamping.

Kyai dan Nyai Wirasuta adalah abdi dalem yang setia dan rajin. disela sela tugasnya menjadi abdi dalem, mereka juga rajin bertenak ayam,bebek,kelinci,burung puyuh,merpati dan landak. Mereka merawat baik baik hewan peliharaanya, dan menyanyanginya.

Pada saat kraton yang dibangun sudah jadi, dan Sultan memutuskan pindah ke kraton, Kyai dan Nyai Wirasuta memohon ijin tetap tinggal di Ambarketawang, karena mereka ingin tetap merawat pesanggrahan dan memelihara ternak ternak mereka. Mereka memohon ijin kepada Sultan agar boleh membawa serta putra putri mereka ikut tinggal di Ambarketawang. Sultan mengijikan.

Suatu hari di hari Jum'at Kliwon di bulan sapar, Kyai dan Nyai Wirasuta sedang membersihkan hlaman pesanggrahan, tanpa mereka sadari gunung Gamping disekitar pesanggrahan itu roboh dan emimpa pesanggrahan. Putra putri dan para pembantu beliau bisa menyelamatkan diri. Hewan piaraan merkepun ikut tertimpa reruntuhan gunung gamping itu, tinggal tersisa seekor merpati dengan sawangan,seekor burung puyuh dengan gelang emas dan seekor landak berkalung saputangan merah.

Mendengar kabar yang menimpa abdi dalemnya yang setia  itu, Sultan sangatlah berduka, hingga berbulan bulan kesedihan yang dirasakan beliau. Ketika kesedihan itu hampir hilang, terjadilah musibah yang sama, dan dibulan Sapar. Masyarakat sekitarpun menjadi takut dan was was menambang batu kapur atau Gamping. Mengetahui keresahan itu, Sultan bertitah kepada masyarakat Ambarketawang untuk melakukan upacara selamatan bekakak pada setiap bulan sapar. Upacara ini juga bermaksud untuk permohonan kepada Tuhan YME agar masyarakat sekitar dilindungi dari musibah. adapun wujud upacara itu adalah penyembelihan bekakak (sebagai pengganti Kyai dan Nyai Wirasuta) dan sesajen lainya. 

Dalam perkembanganya, upacara ini sekarang sudah menjadi upacara budaya dengan karnaval yang menampilkan atraksi dan kesenian yang atraktif dan bagus bagus. Yang tak pernah ketinggalan dari upacara ini adalah hadirnya ogoh ogoh yang berwujud Gendruwo sebagai perwujudan makhluk halus penunggu Gunung Gamping. Sebelum acara ini dilaksanakan, biasanya didahului dengan pasar malam.






































Senin, 30 Mei 2016

Museum Purbakala Taman Wisata Prambanan

Museum Purbakala Taman Wisata Prambanan
Alamat : Jl Raya Yogya – Solo Km 16, Prambanan, Sleman, Yogyakarta


Deskripsi :
Keberadaan Museum Purbakala Taman Wisata Prambanan ini tak lepas dengan Candi Prambanan sendiri, karena letaknya yang masih satu komplek dengan Candi Prambanan. Koleksi museum ini terdiri dari temuan Situs Wanabaya dan Prambanan serta candi disekitarnya.
Koleksi museum ini berupa :
• Benda perhiasan emas dari berbagai bentuk,
• Artefak
• Arca
• Fragmen gerabah
• Foto-foto tentang pemugaran candi prambanan.
FASILITAS
1. Museum Purbakala Taman Wisata Prambanan buka hari Selasa – Minggu
jam 08.00 s/d 16.00
2. Tidak dipungut biaya masuk (sudah termasuk tiket masuk ke Candi
Prambanan)
3. Toilet (kondisi sedang)
4. Pusat Informasi (kondisi sedang)
5. Ketersediaan listrik, air dan line telepon.
6. Ruang pamer koleksi:
7. Parkir : Kondisi baik
8. Keamanan (kondusif)

Museum Geospasial Gumuk Pasir


Museum Geospasial Gumuk Pasir
Alamat : Depok, Parangtritis


Museum Geospasial ini merupakan aset dunia karena wisatawan yang datang ke sini akan menemukan fenomena alam langka, salah satunya Gumuk Pasir Barchas yang hanya ada di Indonesia (Pantai Depok) dan Mexico. Museum Geospasial ini berdiri atas kerjasama dan dukungan internasional khususnya perjanjian Rio de Jainero tentang perbaikan iklim dan lingkungan pesisir pantai.
Museum Geospasial ini berbentuk kerucut dan terbagi dalam beberapa bagian. Antara lain ruang pamer, ruang mini teater pusat teropong udara. Menyaksikan pemandangan pantai selatan dari tempat ini akan menemukan sesuatu yang indah dan sangat langka
Tempat ini berada tidak jauh dari Pantai Depok Parangtritis. Dari Jogjakarta sekitar 25 kilometer. Bisa ditempuh dengan roda empat maupun dua.

Museum wayang

Museum Wayang
Alamat : JL. Raya Yogya – Wonosari Km.7 No. 277

Inspirasi pendirian Museum Kekayon didapatkan oleh pendiri museum, Prof.DR.Dr.KRT Soejono Prawirohadikusumo, DAS. DAJ., di Rijksmuseum Amsterdam pada tahun 1966 – 1967 (ketika itu beliau sedang menyelesaikan pendidikan S2 Social Psychiatrie di Groningen Nederland. Waktu itu beliau mendapat dorongan yang sangat besar karena pernyataan salah seorang Direktur museum di Amsterdam, bahwa di Yogyakarta tidak ada Museum Wayang. Beliau juga mendapatkan pengetahuan bahwa mendirikan museum pribadi bukan persoalan kaya atau berduit, tapi persoalan motivasi, ketekunan dan kesabaran.

Contoh yang konkret adalah keberhasilan ‘Een gewone Hollandsche ambtenaar’ di Purworejo yang dengan ketekunan luar biasa, bisa mempunyai koleksi yang sangat besar dan berharga (yang pada akhirnya dihadiahkan kepada Museum Nasional Indonesia di Jakarta), setelah puluhan tahun mengumpulkan koleksi tersebut dari sisa salari-nya (dia bukan seorang milyuner). Yang membuat dia berhasil adalah ketekunan, kesabaran, motivasi dan panjangnya tahun (selama ini bagi dia, tidak ada hari tanpa menambah koleksi).
Sama halnya dengan Museum Wayang di Jakarta, museum ini mempunyai beberapa jenis wayang, seperti:
• Wayang Purwa
• Wayang Madya (Menceritakan Era Pasca Perang Baratayuda)
• Wayang Thengul
• Wayang Klithik (Mengisahkan Damarwulan dan Minakjinggo)
• Wayang Beber
• Wayang Gedhog (Cerita Dewi Candrakirana)
• Wayang Suluh (Mengenai Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Indonesia)
• Dan lain-lain.
Berkaitan dengan wayang Purwa, museum ini memiliki beberapa poster yang menggambarkan strategi perang yang dipakai dalam perang Bharatayuda antara keluarga Pandawa dan Kurawa, yaitu: strategi Sapit Urang dan strategi Gajah.

Museum yang didirikan pada tahun 1990 ini selain memiliki koleksi berbagai wayang dan topeng serta menampilkan sejarah wayang yang diperkenalkan mulai dari abad ke-6 sampai abad ke-20. Wayang-wayang di dalam museum ini terbuat baik dari kulit, kayu, kain, maupun kertas.

FASILITAS
1. Loket Tiket Masuk:
Selasa – Minggu, jam 08.00 – 15.00 WIB, dengan tiket masuk sebesar
Rp. 5.000,- (wisman/turis); Rp. 3.000,- (umum) dan Rp. 2.000,-
(mahasiswa/pelajar/anak). Untuk rombongan dalam jumlah besar bisa
mendapatkan potongan harga hingga 20%.
2. Toilet (kondisi sedang)
3. Pusat Informasi (kondisi sedang)
4. Ketersediaan listrik, air dan line telepon.
5. Ruang pamer koleksi
6. Parkir : Kondisi baik
7. Keamanan (kondusif)


Deskripsi :

Jeron Beteng

Jeron Beteng Heritage Trail
Alamat : Dalem Kaneman, Kraton Yogyakarta
Deskripsi :
Yogyakarta yang dikenal sebagai Kota Wisata sebenarnya masih banyak menyimpan berbagai pesona yang belum seluruhnya tergali. Di antaranya adalah wilayah Jeron Beteng (wilayah di dalam kungkungan benteng Kraton Yogya). Selama ini yang dikenal sebagai aset wisata wilayah Jeron Beteng adalah komplek Istana Kraton Yogyakarta, Tamansari, dan Museum Sonobudaya dan Museum Kereta. Padahal di Jeron Beteng itu banyak tempat-tempat bersejarah dan situs budaya yang jelas memiliki pesona yang menarik.
Untuk menyusuri tempat-tempat bersejarah dan situs budaya di kawasan Jeron Beteng, wisatawan dapat mengunakan andong ataupun becak. Wisatawan diberikan peta. Pada peta panduan, wisatawan bisa mendapatkan penjelasan yang lengkap. Sebagai contoh pada halaman pertama dijelaskan soal apa itu Jeron Beteng (Dalam Benteng), yaitu merupakan kawasan bagian dalam benteng yang mengelilingi Keraton Yogyakarta. Benteng tersebut disebut Benteng Baluwerti, berasal dari kata ba artinya jatuh, lu dari punglu atau mimis atau timah panas anak peluru, wreti artinya hujan, jadi secara keseluruhan mempunyai makna jatuhnya peluru seperti hujan. Oleh karena itu dari pengertian itu maka makna pendirian benteng adalah untuk mengantisipasi serangan musuh dari luar benteng.
Beteng Baluwerti antara lain terdiri empat buah pojok beteng dan lima buah plengkung sebagai pintu masuk ke dalam wilayah Jeron Beteng, Alun-alun Utara dan Selatan serta Regol Pangurakan. Sementara itu pusaka budaya yang ada di Jeron Beteng adalah beberapa masjid, beberapa dalem (rumah bangsawan), berbagai rumah tradisional, museum kereta, Museum Sonobudoyo, Museum Gamelan, Pasar Ngasem, kandang gajah dan bengkel wayang.
Setelah selesai mengeilingi kawasan Jeron Beteng, wisatawan dapat menikmati makanan khas daerah Yogya seperti clorot, apem, semar mendem, hawuk-hawuk, lemper, gebleg dari Kulonprogo, yangko dari Kotagede. Makanan tradisional itu umumnya terbuat dari ketela, ketan dan buah-buahan.
Fasilitas :
1. Harga Paket
Harga paket yang ditawarkan pengelola cukup fleksibel.
2. Pusat Informasi
• Kondisi baik
• Kontak Person Dr. Ir. Laretna T Adishakti (Bu Sita)
3. Home Stay
Wisatawan dapat menginap di hotel-hotel yang berada di kawasan Keraton Yogyakarta
4. Keamanan (kondusif)
Aktifitas :
1. Wisata belanja
2. Wisata kuliner
3. Membatik
4. Macapat

Sabtu, 28 Mei 2016

Museum sandi

Museum SandiDeskripsi :
Prakarsa pembangunan Museum Sandi berawal dari gagasan Bapak Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang berkeinginan untuk menempatkan koleksi persandian di Museum Perjuangan Yogyakarta. Keinginan tersebut disampaikan pada saat beliau menerima kunjungan Widyakarya Mahasiswa Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) pada bulan Maret 2006 lalu. Oleh kepala Lembaga Sandi Negara. Mayjen TNI Nachrowi Ramli gagasan tersebut disambut baik dan segera ditindaklanjuti dengan membentuk sebuah tim yang disebut Tim Museum Sandi.
Tim Museum Sandi mulai melaksanakan tugasnya yang sejak pertengahan tahun 2006. beriringan dengan rencana pembangunan Monumen Sandi di Dukuh Kulonprogo Yogyakarta. Akan tetapi, kegiatan pembangunan Museum Sandi sempat mengalami kendala yang disebabkan oleh musibah gempa bumi yang melanda Propinsi DIYpada bulan Mei 2007.
Gempa tersebut telah mengakibatkan kerusakan fisik yang cukup berat pada Museum Perjuangan Yogyakarta. Akhirnya berkat komitmen dan dukungan dari berbagai pihak. Museum perjuangan dapat direnovasi kembali. Puncaknya pada tanggal 29 Juli 2008, Museum Sandi diresmikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Gubernur DIY, dan kepala Lembaga Sandi Negara.
Museum Sandi merupakan museum yang khusus menampilkan berbagai jenis koleksi mengenai sejarah persandian. Posisinya terletak di lantai dasar Museum perjuangan Yogyakarta. Adapun tata ruang Museum Sandi berbentuk lingkaran, dengan diameter berukuran 30 m dan tinggi 17 m.
FASILITAS
1. Loket Tiket Masuk (kondisi sedang)
• Harga tiket masuk :
• Anak-anak Rp. 500,-
• Dewasa Rp. 750,-
• Wisatawan asing Rp. 750,-
• Rombongan lebih dari 30 orang,
Rp. 500,- per orang. (diskon untuk
rombongan Rp. 250,-
2. Toilet (kondisi sedang)
• Jumlah toilet pria 8 buah
• Jumlah toilet wanita 8 buah
3.Pusat Informasi (kondisi sedang)
• Waktu layanan:
• Hari buka setiap hari Senin sampai
dengan Kamis mulai dari pukul
08.30 – 15.00 WIB, Jum’at Pukul
08.30 – 11.30 WIB (Sabtu, Minggu
dan hari besar libur).
4. Ketersediaan listrik, air dan line telepon.
• Untuk listrik tersedia 20.000 Watt,
untuk air hanya dari sumur, dan
untuk line telepon ada tiga belas
extention.
5. Ruang pamer koleksi :
• Display Panel : penjelasan sejarah
perkembangan ilmu persandian, sejarah
persandian Indonesia dan dunia.
• Koleksi Realia ; meja dan kursi dukuh,
mesin atau peralatan sandi dan task ode.
• Koleksi Replika ; sepeda, patung tattoo
dan berbagai alat peragaan sandi.
• Dokumen ; buku kode dan naskah
keputusan presiden.
• Gambar-gambar ; foto pendiri persandian,
foto mantan kepala lembaga sandi Negara,
lukisan peta gerilya petugas sandi pada
masa agresi militer Belanda II, lukisan
dan penegakkan persandian (1946 – 1949).
Dan peta jaringan komunikasi berita pada
masa perang kemerdekaan II.
• Teknologi Multimedia ; media informasi
berbentuk LCD, dan sarana permainan
persandian (cryptogames).
6. Parkir
• Kondisi baik
• Kapasitas (mobil ± 20 buah,
motor ± 100 buah, bus ± 10 buah)
7.Keamanan (kondusif)