Translate

Senin, 12 Juni 2017

GRAB BIKE telah hadir di Jogja

Saat ini pengguna ojek online di Jogja semakin diberikan banyak pilihan layanan yang ada. Setelah Gojek , Uber, kemudian kini disusul oleh Grab dengan Grabbike. Berbeda dengan pendahulunya Gojek dan Uber, yang terlebih dahulu meluncurkan layanan motor baru kemudian layanan Mobil. Grab bike hadir setelah sebelumnya hadir di Jogja dengan Grab Car. Saat ini GRAB BIKE di jogja baru bisa melayani GRAB BIKE (layanan penumpang) dan GRAB Express (layanan antar barang/kurir), untuk layanan Grab food (pembelian makanan) belum bisa dilayani di Jogja. Dengan banyaknya pilihan ini, semoga akan memudahkan masyarakat Jogja ataupun para wisatawan yang sedang berkunjung di Jogja dalam pelayanan transportasi.

Selasa, 21 Februari 2017

UBER hadir di Jogja

Bagi masyarakat perkotaan, ojek online bukan hal yang asing lagi. Bahkan ada yang sudah menjadikan sebuah kebutuhan.
Tidak perlu lagi bawa motor atau kendaraan sendiri, tidak repot parkir dan lain lain. Untuk memanggilnya pun sangat mudah, hanya tinggal aplikasi di smartphone, bikin akun user, dan siap memanggil ojek dari rumah, tidak perlu ke pangkalan lagi. Untuk tarif, jelas kita sangat dimudahkan, ga pakai tawar menawar, harga sdh dapat diperkirakan sebelumnya.
Banyak pengembang aplikasi transportasi berbasis online ini. Sebut saja Gojek,Grab,dan Uber. Kini uber telah hadir di Jogja. Dengan ciri khas wana jaket drivernya hitam dipadu dengan warna orange. 

Rabu, 11 Januari 2017

Sop Ayam mBak nDut

Warung ini beralamatkan di jalan Bung Tarjo No 23, Baciro, Yogyakarta
Warung Sop ini buka dari Jam 11:00 s/d 23:00 . Warung ini cukup ramai dikunjungi oleh kaum muda/mudi walaupun ada juga orang tua yang makan di warung ini. Beragam menu Sop Ayam ada disediakan di warung ini, dengan harga yang bersahabat dengan kantong. Monggo silahkan bagi yang pingin mencoba kelezatan warung ini untuk mapir di warung ini. mungkin bila anda makan disini dimohon sedikit bersabar untuk menunggu pesenan datang, karena masakan dimasak fresh, sesuai pesanan.

Senin, 02 Januari 2017

Wirobrajan

Wirobrajan adalah sebuah kecamatan di Kota YogyakartaProvinsi Daerah Istimewa YogyakartaIndonesia. Nama Wirobrajan berasal dari nama sebuah kesatuan prajurit kraton yang bertempat tinggal di kampung yang berada di kecamatan tersebut, yaitu Prajurit Wirabraja. Prajurit ini sangat terkenal karena topinya yang berbentuk seperti cabai atau yang dikenal dengan istilah lombok Abang.

Kebun Pendidika Penelitian dan Pengembangan Pertanian (KP4) UGM

KP4 merupakan salah satu dari 5 Sub-Unit pada Unit Sarana Penunjang Penelitian di UGM berdasarkan SK Rektor UGM No.: UGM/33/2803/UM/01/37 tahun 1988 tentang Pembentukan Unit Sarana Penunjang Penelitian.
Kebun Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan Pertanian atau Agricultural Training, Research and Development Station (KP4/ATRD) Universitas Gadjah Mada seluas 35 hektar didirikan pada tahun 1975 dengan bantuan The Rockefeller Foundation. Lokasi KP4 adalah di Kalitirto, Berbah, Sleman, berjarak sekitar 15 km dari kampus induk UGM. Selanjutnya, sesuai SK Mendikbud No.: 0132/0/93 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Gadjah Mada, KP4 UGM memiliki status sebagai Sub-Unit Sarana Penunjang Penelitian, yang secara operasional bertanggung jawab pada Rektor up. Pembantu Rektor I, sedang pembinaannya dibawah Lembaga Penelitian UGM.
Berdasarkan SK Rektor UGM No.: 168/P/SK/HKTL/2003 telah diadakan Perubahan Nama dari Kebun Pendidikan, Penelitian dan Percobaan Pertanian UGM menjadi Kebun Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan Pertanian UGM dengan singkatan yang sama (KP4 UGM). Selanjutnya berdasarkan SK Rektor UGM No.: 259/P/SK/HT/2004 tentang Organisasi dan Rincian Tugas Kantor Pimpinan Universitas, Lembaga, Direktorat, Biro, dan Unit Kerja di Lingkungan Universitas Gadjah Mada, KP4 terdiri atas 2 bidang yaitu: bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pertanian dan bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan Hewan Ternak. KP4-UGM secara operasional bertanggungjawab kepada Rektor up. Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.



Taman Pintar

adalah wahana wisata yang terdapat di pusat Kota Yogyakarta, tepatnya di Jalan Panembahan Senopati No. 1-3, Yogyakarta, di kawasan Benteng Vredeburg. Taman ini memadukan tempat wisata rekreasi maupun edukasi dalam satu lokasi. Taman Pintar memiliki arena bermain sekaligus sarana edukasi yang terbagi dalam beberapa zona. Akses langsung kepada pusat buku eks Shopping Centre juga menambah nilai lebih Taman Pintar. Tempat rekreasi ini sangat baik untuk anak-anak pada masa perkembangan.
Beberapa tahun ini Taman Pintar menjadi alternatif tempat berwisata bagi masyarakat Yogyakarta maupun luar kota.[1]
Taman ini, khususnya pada wahana pendidikan anak usia dini dilengkapi dengan teknologi interaktif digital serta pemetaan video yang akan memacu imajinasi anak serta ketertarikan mereka terhadap teknologi. Pada saat ini ada 35 zona dan 3.500 alat peraga permainan yang edukatif.


Selasa, 27 Desember 2016

Sate Kere



Adalah sate yang beda dari sate yang biasa kita jumpai. Biasanya sapte yang kita jumpai dari daging ayam atau daging kambing. Sate kere ini dibuat dari daging sapi. Dagi g sapi yang dipakai juga bukan daging sapi yang kelas satu,namun ada sedikit koyornya,atsu biasa orang sebut thetelan. Penyajianya juga lain dengan sate pada umumnya,sate ini disajikan dengan lontong dan sayur tempe berkuah oedas (mirip linthong sayur). Mungkin karena bahan baku dan cara penyajian yang beda dari sate pada umumnya,maka dusebutlah sate kere (sate rakyat jelata).
Warung sate ini berada di jalan Godean Km 7, diselatan jalan. Dari asrama tentara 403 masih lurus ke barat,jembatan sungai Bedog terus kebarat kira kira 3 Km lagi.

Rabu, 23 November 2016

Kebun Binatang Gembira loka




interaksi dengan kura-kura
Gembira loka adalah salah satu tempat wisata di Yogyakarta yang bertemakan kebun binatang. Bertempat di jalan kebun raya nomer 2, Rejowinangun,Kotagede.

Gajah Gembiraloka
Koleksi binatang yang ada disini didatangkan dari berbagai tempat, bukan cuma dari Indonesia, bahkan ada yang didatangkan dari Afrika, amerika,dan berbgai tempat lainya. Ada Komodo, Orang utan, Gajah,aneka reptil,ikan,burung,primata dan lain lain. koleksi terbarunya adalah Pinguin.
Selain bisa melihat hewan ditempat ini, pengunjung juga dimungkinkan untuk berinteraksi/menyentuh binatang tertentu, misal kura kura,ular,burung, dan bahkan bisa berfoto bersama.

Di tempat ini juga disediakan sarana untuk bermain ATV, untuk yang suka dengan ATV. selain itu ada juga wisata air (becak air,prahu,boat) disediakan pula kereta mini untuk berkeliling lokasi yang lumayan luas agar pengunjung tidak kelelahan mengelilingi lokasi.
selain koleksi hewan yang masih hidup, di tempat ini juga terdapat museum yang berisi hewan hewan yang sudah mati dan diawetkan agar tetap bisa disaksikan.

Angsa Hitam Gembiraloka
Sambil berkeliling, anda juga bisa berfoto langsung bisa di unggah ke media sosial untuk berbagi moment indah anda ke media sosial, ditempat ini disediakan free WiFi.

Di area juga disediakan banyak kantin untuk pengunjung yang membutuhkan asupan makanan atau minuman atau hanya untuk sekedar beristirahat saat kelelahan mengelilingi lokasi.







Jumat, 18 November 2016

Karnaval Saparan Bekakak

Karnaval ini sebenarnya berawal dari upacara selamatan warga Ambarketawang , kecamatan Gamping, Kabupaten Slema, Yogyakarta.
Dinamakan Saparan Bekakak karena upacara ini dilaksanakan pada bulan Sapar (bulan kedua kalender jawa) dan bekakak yang berarti korban Penyembelihan hewan atau manusia. Hanya pada upacara ini, yang dikorbankan atau disembelih bukan manusia beneran, tapi diganti dengan sepasang boneka pengantin yang dibuat dari ketan,dan darahnya diganti dengan gula cair (juruh dalam bahasa Jawa)

Kisah yang melatar belakangi upacara ini adalah musibah yang dialami oleh abdi dalem dari Sultan Hamengku Buwono I, yaitu sepasang suami istri Kyai dan Nyai wirasuta. Beliau adalah abdi dalem yang bertugas membawa payung/memayungi Sultan kemanapun beliau pergi.

Pada tahun 1755, Pangeran Mangkubumi dinobatkan menjadi Sultan pertama dari Kasultanan Ngayogjakarto Hadiningrat. Selanjutnya belia mulailah membangun Kraton. Sebelum Kraton yang dibangun jadi, Sultan memilih tinggal di sebuah pesanggrahan di desa Ambarketawang bersama beberapa abdi dalemnya. Pada saat itu, mata pencaharian penduduk ambarketawang adalah penambang batu kapur/Gamping.

Kyai dan Nyai Wirasuta adalah abdi dalem yang setia dan rajin. disela sela tugasnya menjadi abdi dalem, mereka juga rajin bertenak ayam,bebek,kelinci,burung puyuh,merpati dan landak. Mereka merawat baik baik hewan peliharaanya, dan menyanyanginya.

Pada saat kraton yang dibangun sudah jadi, dan Sultan memutuskan pindah ke kraton, Kyai dan Nyai Wirasuta memohon ijin tetap tinggal di Ambarketawang, karena mereka ingin tetap merawat pesanggrahan dan memelihara ternak ternak mereka. Mereka memohon ijin kepada Sultan agar boleh membawa serta putra putri mereka ikut tinggal di Ambarketawang. Sultan mengijikan.

Suatu hari di hari Jum'at Kliwon di bulan sapar, Kyai dan Nyai Wirasuta sedang membersihkan hlaman pesanggrahan, tanpa mereka sadari gunung Gamping disekitar pesanggrahan itu roboh dan emimpa pesanggrahan. Putra putri dan para pembantu beliau bisa menyelamatkan diri. Hewan piaraan merkepun ikut tertimpa reruntuhan gunung gamping itu, tinggal tersisa seekor merpati dengan sawangan,seekor burung puyuh dengan gelang emas dan seekor landak berkalung saputangan merah.

Mendengar kabar yang menimpa abdi dalemnya yang setia  itu, Sultan sangatlah berduka, hingga berbulan bulan kesedihan yang dirasakan beliau. Ketika kesedihan itu hampir hilang, terjadilah musibah yang sama, dan dibulan Sapar. Masyarakat sekitarpun menjadi takut dan was was menambang batu kapur atau Gamping. Mengetahui keresahan itu, Sultan bertitah kepada masyarakat Ambarketawang untuk melakukan upacara selamatan bekakak pada setiap bulan sapar. Upacara ini juga bermaksud untuk permohonan kepada Tuhan YME agar masyarakat sekitar dilindungi dari musibah. adapun wujud upacara itu adalah penyembelihan bekakak (sebagai pengganti Kyai dan Nyai Wirasuta) dan sesajen lainya. 

Dalam perkembanganya, upacara ini sekarang sudah menjadi upacara budaya dengan karnaval yang menampilkan atraksi dan kesenian yang atraktif dan bagus bagus. Yang tak pernah ketinggalan dari upacara ini adalah hadirnya ogoh ogoh yang berwujud Gendruwo sebagai perwujudan makhluk halus penunggu Gunung Gamping. Sebelum acara ini dilaksanakan, biasanya didahului dengan pasar malam.






































Senin, 30 Mei 2016

Museum Purbakala Taman Wisata Prambanan

Museum Purbakala Taman Wisata Prambanan
Alamat : Jl Raya Yogya – Solo Km 16, Prambanan, Sleman, Yogyakarta


Deskripsi :
Keberadaan Museum Purbakala Taman Wisata Prambanan ini tak lepas dengan Candi Prambanan sendiri, karena letaknya yang masih satu komplek dengan Candi Prambanan. Koleksi museum ini terdiri dari temuan Situs Wanabaya dan Prambanan serta candi disekitarnya.
Koleksi museum ini berupa :
• Benda perhiasan emas dari berbagai bentuk,
• Artefak
• Arca
• Fragmen gerabah
• Foto-foto tentang pemugaran candi prambanan.
FASILITAS
1. Museum Purbakala Taman Wisata Prambanan buka hari Selasa – Minggu
jam 08.00 s/d 16.00
2. Tidak dipungut biaya masuk (sudah termasuk tiket masuk ke Candi
Prambanan)
3. Toilet (kondisi sedang)
4. Pusat Informasi (kondisi sedang)
5. Ketersediaan listrik, air dan line telepon.
6. Ruang pamer koleksi:
7. Parkir : Kondisi baik
8. Keamanan (kondusif)

Museum Geospasial Gumuk Pasir


Museum Geospasial Gumuk Pasir
Alamat : Depok, Parangtritis


Museum Geospasial ini merupakan aset dunia karena wisatawan yang datang ke sini akan menemukan fenomena alam langka, salah satunya Gumuk Pasir Barchas yang hanya ada di Indonesia (Pantai Depok) dan Mexico. Museum Geospasial ini berdiri atas kerjasama dan dukungan internasional khususnya perjanjian Rio de Jainero tentang perbaikan iklim dan lingkungan pesisir pantai.
Museum Geospasial ini berbentuk kerucut dan terbagi dalam beberapa bagian. Antara lain ruang pamer, ruang mini teater pusat teropong udara. Menyaksikan pemandangan pantai selatan dari tempat ini akan menemukan sesuatu yang indah dan sangat langka
Tempat ini berada tidak jauh dari Pantai Depok Parangtritis. Dari Jogjakarta sekitar 25 kilometer. Bisa ditempuh dengan roda empat maupun dua.

Museum wayang

Museum Wayang
Alamat : JL. Raya Yogya – Wonosari Km.7 No. 277

Inspirasi pendirian Museum Kekayon didapatkan oleh pendiri museum, Prof.DR.Dr.KRT Soejono Prawirohadikusumo, DAS. DAJ., di Rijksmuseum Amsterdam pada tahun 1966 – 1967 (ketika itu beliau sedang menyelesaikan pendidikan S2 Social Psychiatrie di Groningen Nederland. Waktu itu beliau mendapat dorongan yang sangat besar karena pernyataan salah seorang Direktur museum di Amsterdam, bahwa di Yogyakarta tidak ada Museum Wayang. Beliau juga mendapatkan pengetahuan bahwa mendirikan museum pribadi bukan persoalan kaya atau berduit, tapi persoalan motivasi, ketekunan dan kesabaran.

Contoh yang konkret adalah keberhasilan ‘Een gewone Hollandsche ambtenaar’ di Purworejo yang dengan ketekunan luar biasa, bisa mempunyai koleksi yang sangat besar dan berharga (yang pada akhirnya dihadiahkan kepada Museum Nasional Indonesia di Jakarta), setelah puluhan tahun mengumpulkan koleksi tersebut dari sisa salari-nya (dia bukan seorang milyuner). Yang membuat dia berhasil adalah ketekunan, kesabaran, motivasi dan panjangnya tahun (selama ini bagi dia, tidak ada hari tanpa menambah koleksi).
Sama halnya dengan Museum Wayang di Jakarta, museum ini mempunyai beberapa jenis wayang, seperti:
• Wayang Purwa
• Wayang Madya (Menceritakan Era Pasca Perang Baratayuda)
• Wayang Thengul
• Wayang Klithik (Mengisahkan Damarwulan dan Minakjinggo)
• Wayang Beber
• Wayang Gedhog (Cerita Dewi Candrakirana)
• Wayang Suluh (Mengenai Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Indonesia)
• Dan lain-lain.
Berkaitan dengan wayang Purwa, museum ini memiliki beberapa poster yang menggambarkan strategi perang yang dipakai dalam perang Bharatayuda antara keluarga Pandawa dan Kurawa, yaitu: strategi Sapit Urang dan strategi Gajah.

Museum yang didirikan pada tahun 1990 ini selain memiliki koleksi berbagai wayang dan topeng serta menampilkan sejarah wayang yang diperkenalkan mulai dari abad ke-6 sampai abad ke-20. Wayang-wayang di dalam museum ini terbuat baik dari kulit, kayu, kain, maupun kertas.

FASILITAS
1. Loket Tiket Masuk:
Selasa – Minggu, jam 08.00 – 15.00 WIB, dengan tiket masuk sebesar
Rp. 5.000,- (wisman/turis); Rp. 3.000,- (umum) dan Rp. 2.000,-
(mahasiswa/pelajar/anak). Untuk rombongan dalam jumlah besar bisa
mendapatkan potongan harga hingga 20%.
2. Toilet (kondisi sedang)
3. Pusat Informasi (kondisi sedang)
4. Ketersediaan listrik, air dan line telepon.
5. Ruang pamer koleksi
6. Parkir : Kondisi baik
7. Keamanan (kondusif)


Deskripsi :

Jeron Beteng

Jeron Beteng Heritage Trail
Alamat : Dalem Kaneman, Kraton Yogyakarta
Deskripsi :
Yogyakarta yang dikenal sebagai Kota Wisata sebenarnya masih banyak menyimpan berbagai pesona yang belum seluruhnya tergali. Di antaranya adalah wilayah Jeron Beteng (wilayah di dalam kungkungan benteng Kraton Yogya). Selama ini yang dikenal sebagai aset wisata wilayah Jeron Beteng adalah komplek Istana Kraton Yogyakarta, Tamansari, dan Museum Sonobudaya dan Museum Kereta. Padahal di Jeron Beteng itu banyak tempat-tempat bersejarah dan situs budaya yang jelas memiliki pesona yang menarik.
Untuk menyusuri tempat-tempat bersejarah dan situs budaya di kawasan Jeron Beteng, wisatawan dapat mengunakan andong ataupun becak. Wisatawan diberikan peta. Pada peta panduan, wisatawan bisa mendapatkan penjelasan yang lengkap. Sebagai contoh pada halaman pertama dijelaskan soal apa itu Jeron Beteng (Dalam Benteng), yaitu merupakan kawasan bagian dalam benteng yang mengelilingi Keraton Yogyakarta. Benteng tersebut disebut Benteng Baluwerti, berasal dari kata ba artinya jatuh, lu dari punglu atau mimis atau timah panas anak peluru, wreti artinya hujan, jadi secara keseluruhan mempunyai makna jatuhnya peluru seperti hujan. Oleh karena itu dari pengertian itu maka makna pendirian benteng adalah untuk mengantisipasi serangan musuh dari luar benteng.
Beteng Baluwerti antara lain terdiri empat buah pojok beteng dan lima buah plengkung sebagai pintu masuk ke dalam wilayah Jeron Beteng, Alun-alun Utara dan Selatan serta Regol Pangurakan. Sementara itu pusaka budaya yang ada di Jeron Beteng adalah beberapa masjid, beberapa dalem (rumah bangsawan), berbagai rumah tradisional, museum kereta, Museum Sonobudoyo, Museum Gamelan, Pasar Ngasem, kandang gajah dan bengkel wayang.
Setelah selesai mengeilingi kawasan Jeron Beteng, wisatawan dapat menikmati makanan khas daerah Yogya seperti clorot, apem, semar mendem, hawuk-hawuk, lemper, gebleg dari Kulonprogo, yangko dari Kotagede. Makanan tradisional itu umumnya terbuat dari ketela, ketan dan buah-buahan.
Fasilitas :
1. Harga Paket
Harga paket yang ditawarkan pengelola cukup fleksibel.
2. Pusat Informasi
• Kondisi baik
• Kontak Person Dr. Ir. Laretna T Adishakti (Bu Sita)
3. Home Stay
Wisatawan dapat menginap di hotel-hotel yang berada di kawasan Keraton Yogyakarta
4. Keamanan (kondusif)
Aktifitas :
1. Wisata belanja
2. Wisata kuliner
3. Membatik
4. Macapat

Sabtu, 28 Mei 2016

Museum sandi

Museum SandiDeskripsi :
Prakarsa pembangunan Museum Sandi berawal dari gagasan Bapak Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang berkeinginan untuk menempatkan koleksi persandian di Museum Perjuangan Yogyakarta. Keinginan tersebut disampaikan pada saat beliau menerima kunjungan Widyakarya Mahasiswa Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) pada bulan Maret 2006 lalu. Oleh kepala Lembaga Sandi Negara. Mayjen TNI Nachrowi Ramli gagasan tersebut disambut baik dan segera ditindaklanjuti dengan membentuk sebuah tim yang disebut Tim Museum Sandi.
Tim Museum Sandi mulai melaksanakan tugasnya yang sejak pertengahan tahun 2006. beriringan dengan rencana pembangunan Monumen Sandi di Dukuh Kulonprogo Yogyakarta. Akan tetapi, kegiatan pembangunan Museum Sandi sempat mengalami kendala yang disebabkan oleh musibah gempa bumi yang melanda Propinsi DIYpada bulan Mei 2007.
Gempa tersebut telah mengakibatkan kerusakan fisik yang cukup berat pada Museum Perjuangan Yogyakarta. Akhirnya berkat komitmen dan dukungan dari berbagai pihak. Museum perjuangan dapat direnovasi kembali. Puncaknya pada tanggal 29 Juli 2008, Museum Sandi diresmikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Gubernur DIY, dan kepala Lembaga Sandi Negara.
Museum Sandi merupakan museum yang khusus menampilkan berbagai jenis koleksi mengenai sejarah persandian. Posisinya terletak di lantai dasar Museum perjuangan Yogyakarta. Adapun tata ruang Museum Sandi berbentuk lingkaran, dengan diameter berukuran 30 m dan tinggi 17 m.
FASILITAS
1. Loket Tiket Masuk (kondisi sedang)
• Harga tiket masuk :
• Anak-anak Rp. 500,-
• Dewasa Rp. 750,-
• Wisatawan asing Rp. 750,-
• Rombongan lebih dari 30 orang,
Rp. 500,- per orang. (diskon untuk
rombongan Rp. 250,-
2. Toilet (kondisi sedang)
• Jumlah toilet pria 8 buah
• Jumlah toilet wanita 8 buah
3.Pusat Informasi (kondisi sedang)
• Waktu layanan:
• Hari buka setiap hari Senin sampai
dengan Kamis mulai dari pukul
08.30 – 15.00 WIB, Jum’at Pukul
08.30 – 11.30 WIB (Sabtu, Minggu
dan hari besar libur).
4. Ketersediaan listrik, air dan line telepon.
• Untuk listrik tersedia 20.000 Watt,
untuk air hanya dari sumur, dan
untuk line telepon ada tiga belas
extention.
5. Ruang pamer koleksi :
• Display Panel : penjelasan sejarah
perkembangan ilmu persandian, sejarah
persandian Indonesia dan dunia.
• Koleksi Realia ; meja dan kursi dukuh,
mesin atau peralatan sandi dan task ode.
• Koleksi Replika ; sepeda, patung tattoo
dan berbagai alat peragaan sandi.
• Dokumen ; buku kode dan naskah
keputusan presiden.
• Gambar-gambar ; foto pendiri persandian,
foto mantan kepala lembaga sandi Negara,
lukisan peta gerilya petugas sandi pada
masa agresi militer Belanda II, lukisan
dan penegakkan persandian (1946 – 1949).
Dan peta jaringan komunikasi berita pada
masa perang kemerdekaan II.
• Teknologi Multimedia ; media informasi
berbentuk LCD, dan sarana permainan
persandian (cryptogames).
6. Parkir
• Kondisi baik
• Kapasitas (mobil ± 20 buah,
motor ± 100 buah, bus ± 10 buah)
7.Keamanan (kondusif)

Andong dan kusirnya

http://www.telusurindonesia.com/wp-content/uploads/2015/03/naik-andong-di-jogja-3.jpgSebagai simbol pariwisata di Jogja, kusir andong tampaknya benar-benar meresapi falsafah nrimo ing pandum Makaryo ing Nyoto. Meskipun tidak ada batas ukuran tarif penumpang atas dan bawah, perang tarif pernah terjadi antarkusir andong.Waridi, 52, kereta Kusir di Jalan Malioboro andongnya duduk kembali di bangku cadangan. Dia menunggu penumpang di depan Malioboro Mall. Sudah 13 tahun, seorang pria yang dikaruniai cucu selama sebulan terakhir terlihat tenang meskipun sudah sore. demi menawarkan layanan, Waridi rela menunggu penumpang berjam-jam. Meskipun membosankan, itu adalah bentuk usaha yang dilakukan. Oleh karena , tidak semua yang datang ke Malioboro ingin merasakan naik andong. Dari siang hari, kata Wadiri, Penumpang lebih menggunakannya di malam hari. "Jika selama sebagian besar wisatawan ke lokasi lain, tidak Malioboro. Ya kita harus menunggu di sini," kata ayah dari tiga anak laki-laki itu dengan sabar dan tampak rasa bangga di wajahnya. Menurut warga Sewon Bantul, andong telah memberikan kontribusi untuk meramaikan pariwisata di Yogyakarta. Bahkan, lanjutnya, ada muncul kalimat "jika belum naik andong belum ke  Jogja." Layanan andong di Malioboro tidak memiliki standar tertentu yang disepakati oleh sekitar 400-500 Malioro kusir kereta di kawasan dan di luar. Semuanya diserahkan kepada masing-masing anggota sesuai tawar antara kereta kusir dengan pelanggan. jarak pendek, misalnya,  biaya rata-rata antara Rp 40.000 sampai Rp 50.000. Tarif tidak dipatok keras. Masih  tergantung tawar-menawar dengan penumpang.tidak jarang, yang diterima kusir di bawah harga usulan. "Rasa sosial Kusir andong yang tinggi. Kami tidak pernah memaksa penumpang [naik], jika dirasakan kemahalan ya enggak apa apa. Semua kesepakatan berdasarkan perjanjian," ia mengatakan bila tidak ada patokan tarif.. Mereka juga tidak khawatir jika salah satu anggota menetapkan layanan yang tinggi dengan dolar. "Ada masalah yang menarik untuk mahal atau tidak. Oleh karena itu, sifat transaksional antara pengemudi dengan penumpang. Ukurannya adalah layanan atau jasa yang disediakan, "kata Waridi. kondisi, penumpang tidak mendapatkan satu dalam sehari telah menjadi biasa untuk Waridi dan teman-temannya." Kalau tidak bisa sehari, ya itu bahkan dapat menambahkan rasa kesalehan. Rezeki diatur Gusti Allah , bersabar dan introspeksi. Karena, kadang ada sewayah-wayah murah hati imbalan yang datang atau lebih. Hal ini sering terjadi, "sambil berkata pak Waridi juga memperbaiki blangkon yang dipasang di kepalanya. Warna batik blangkon itu terlihat lusuh. Pak Waridi tapi masih tetap dipakai. Bicara blangkon, sebut Waridi, semua sopir harus memakainya. Selain menawarkan khas Jogja, kata dia, juga mengaitkan blangkon dari sejarah. "Ini [penggunaan blangkon] adalah tradisi, jika pengemudi tidak mengenakan dan tertangkap oleh Gusti Yudho [GBPH Yudhaningrat] pasti ditegur. Gusti Yudho adalah sangat merakyat, sering datang tiba-tiba, Jagongan dengan familiar,

Roemah Boedaya Tembi

Roemah Boedaya Tembi

Museum Roemah Boedaya Tembi
Alamat : Jl. Prangtritis Km 8,4 Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, DIY

Deskripsi :
Keberadaaan museum ini tak bisa dipisahkan dengan Roemah Boedaya TeMBI sebagai laboratorium seni dan budaya yang bertujuan untuk mendinamisasikan kehidupan seni dan budaya di Yogyakarta; mendokumentasikan seni pertunjukan tradisional dan modern; pembuatan film dokumenter, pamutaran dan atau publikasi; pengembangan wacana di tengah multikultural; penelusuran dan penyimpanan data kebudayaan.

Koleksi Di Museum Roemah Boedaya TeMBI yang dapat kita temui diantaranya :
• Foto (yang disertai dengan tulisan keterangan untuk
masing-masing gambar)
• Aneka sesajen pada upacara adat/ tradisional jawa,
ada sajen brokohan, sajen pasang tarub. Lukisan-lukisan
pada tembok museum, ada juga wejangan atau nasihat.
• Aneka topeng wayang, beberapa tokoh wayang kulit
dan wayang golek.
• Peralatan memasak tradisional jawa (anglo,
kipas, kukusan), peralatan makan, peralatan meramu jamu.
• Perkakas pertukangan (pacul /cangkul, arit),
peralatan menangkap ikan tradisional jawa (jaring, bubu)
• Peralatan untuk membatik (canting, kain, cap batik,
kompor kecil dan wajan kecil berisi lilin malam).
• Pakaian tradisional jawa,
• Alat musik tradisional (rebab),
• Aneka jenis celengan.
• Aneka jenis mainan tradisional jawa (egrang,
dakon, bekel, kuda lumping, yoyo, othok-othok)
• Berbagai jenis senjata tradisional/pusaka jawa
(berbagai jenis keris, tombak).
• Koleksi kitab/buku/majalah dengan tulisan huruf jawa.
• Ruang tidur (senthong) yang didesain khas jawa
(lengkap dengan perlengkapannya). Tidak melulu
berbau jawa, di sini juga terdapat koleksi motor
kuno dan organ (alat musik).
FASILITAS
• Tembi buka :
Senin - Jum'at buka dari jam 09.00 - 16.00 WIB
Sabtu - Minggu buka dari jam 09.00 - 15.00 WIB
• Galeri atau Balai Roepa (Satu dan Dua) dan Roemah
Dokumentasi Seni Roepa serta Roemah Dokumentasi
Boedaya.
• Ketersediaan listrik, air dan line telepon
serta Penginapan/ Akomodasi
• Toilet (kondisi baik)
• Mushola
• Perpustakaan
• Tempat parkir
• Galeri
• Warung koperasi dan
• Pendopo beserta seperangkat gamelan.


Museum Puro Pakualaman

Museum Puro Pakualaman


Alamat : Jl. Sultan Agung Yogyakarta
Deskripsi :
Museum yang memiliki luas bangunan 816 m2 dari keseluruhan Puro Pakualaman. Museum ini merupakan museum pribadi milik Puro Pakualaman. Atas persetujuan Sri Paku Alam ke VIII, museum yang ada di bawah naungan Bebadan Museum Puro Paku Alaman ini, pada tahun 1981 mulai berbenah diri. Pemerintah melalui Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Daerah istimewa Yogyakarta juga memberikan bantuan tenaga konsultan dengan maksud agar museum dapat melaksanakan Inventarisasi dan Katalogisasi benda-benda budaya milik istana Puro Paku Alam yang telah terkumpul di museum tersebut. Museum Puro Paku Alam merupakan museum bercorak khusus yang hanya menggambarkan budaya dan sistem pemerintahan Praja Paku Alaman.
Museum Puro Paku Alaman menempati tiga ruangan di dalam kompleks Puro Paku Alaman di bagian sayap muka sebelah timur. Untuk menuju museum melewati pintu gerbang yang disebut Regol Wiwara Kusuma. Pada bagian atasnya berhiaskan lambang mahkota Praja Paku Alaman, lunglungan tanaman dan angka tahun pembuatannya tanggal 7 Agustus 1884 pada pemerintahan Sri Paku Alam ke V. Di bawah tanggal terdapat tulisan huruf jawa : Wiwara Kusuma Winayang Reka, sebuah semboyan yang berarti Pengayom Keadilan dan Kebijaksanaan.
Koleksi museum Puro Paku Alaman terdiri dari benda-benda bersejarah berupa peralatan perang, peralatan upacara, peralatan masak, kereta-kereta yang pernah digunakan oleh penguasa Puro Paku Alaman, dan naskah-naskah kuno yang ditata di dalam 3 (tiga) ruang pameran tetap.
FASILITAS
1. Loket Tiket Masuk (kondisi sedang)
• Harga tiket masuk sukarela
2. Toilet (kondisi sedang)
• Jumlah toilet 1 buah
3. Pusat Informasi (kondisi sedang)
• Waktu layanan:
• Hari buka setiap hari Minggu, Selasa dan
Kamis mulai dari pukul 09.30 – 13.30 WIB.
4. Ketersediaan listrik, air dan line telepon.
• Untuk listrik tersedia 41300 Watt, untuk
pemakaian air dari sumur dan PDAM, dan
untuk line telepon ada satu extention.
5. Ruang pamer koleksi:
• Ruang pamer 1 menyimpan koleksi foto
dokumentasi, pohon silsilah Nabi Adam
dan keturunannya, denah Puro
Pakualaman
• Ruang pamer 2 menyimpan koleksi senjata,
peralatan dan perlengkapan yang
digunakan semasa kejayaan Puro
Pakualaman, kostum tari, pakaian
prajurit, pakaian permaisuri, pakaian
kusir kereta dan peralatan dapur.
• Ruang pamer 3 menyimpan kereta istana.
6. Parkir
• Kondisi baik
• Kapasitas (mobil ± 50 buah,
motor ± 500 buah, bus ± 10 buah)
7. Keamanan (kondusif)

Jumat, 27 Mei 2016

Sendratari Ramayana

sendratari RamayanaSendratari Ramayana atau yang dikenal dengan Ballet Ramayana adalah seni menggabungkan unsur tari dan drama yang diusung dari cerita Ramayana.
Ballet menceritakan sepotong kehidupan Rama dalam usahanya untuk menyelamatkan Shinta yang diculik oleh Rahwana, raja Alengka.Cerita lama ini diringkas menjadi 4 episode: Penculikan Shinta, Anoman duta untuk ke Alengka, kematian Kumbakarna dan Rahwana, dan Rama- Shinta reuni.



Perak kotagede

Mengunjungi Jogja kurang lengkap rasanya jika tidak membeli produk seni kerajinan. Salah satu kerajinan seni khas dari Yogyakarta adalah berbagai kerajinan dari bahan perak.
Anda dapat memperoleh berbagai perak di daerah Kota Gede. Kota Gede terletak tidak jauh dari terminal bus Giwangan, lebih tepatnya di sebelah utara terminal bus Giwangan.
Di Kota Gede, Anda dapat membeli berbagai model kalung perak, anting-anting, gelang, cincin, miniatur sepeda, miniatur becak, dan berbagai perak lainnya. bahkan Anda dapat memesan sendiri cincin dengan menulis nama Anda dan pasangan Anda. atau Anda ingin memesan kerajinan lain sesuai dengan desain Anda, itu bisa.

diambil dari  

Pasar Beringharjo

Pasar BeringharjoAdalah pasar tradisional terbesar di Yogyakarta. Di sini Anda dapat membeli berbagai kebutuhan. sayuran, barang bekas, emas, bagian motor, batik dan lain-lain.jika Anda akan membeli batik, Anda hanya membelinya di warung dekat pintu depan atau pasar. Jika Anda akan membeli sayuran, Anda harus melangkah lebih ke dalam atau di belakang pasar. Jika Anda mencari bagian sepeda yang digunakan, Anda harus melihat di utara dari Beringharjo.Jika Anda ingin menjual perhiasan emas, atau bahkan ingin membelinya, di utara pasar ini banyak toko-toko emas sering disebut Chinatown Ketandan. daerah Ketandan, selain toko emas, serta banyak pedagang emas di jalan Ketandan.Beberapa tips tentang belanja di Beringharjo, jangan takut untuk menawarkan barang dengan setengah harga. Biasanya pedagang menawarkan harga dua kali lipat atau lebih dari harga normal. Oleh karena itu, cobalah untuk tawar-menawar di setengah harga, jika tidak diberikan, mencoba untuk berpura-pura meninggalkan pedagang yang mencari pedagang lain yang menawarkan barang sejenis. Semoga tips ini bekerja.